Setelah Badai Cempaka, Harga Beras di Yogyakarta Terus Naik

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 13 Januari 2018
Setelah Badai Cempaka, Harga Beras di Yogyakarta Terus Naik

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat (12/1). (Merahputih.com/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Meski sebulan telah berlalu usai badai Cempaka melanda Yogyakarta, harga beras di pasar tradisional justru terus mengalami kenaikan.

Adapun kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut di sejumlah pasar tradisional rata-rata mencapai Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu per kilogram

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Suharti mengatakan kenaikan harga tersebut tak ayal memengaruhi kuantitas penjualan para pedagang di pasar tradisional. "Pertama naiknya cuma ratusan. Makin ke sini naiknya ribuan," ujar Suharti di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat (12/1).

Akibat kenaikan tersebut, banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian beras. "Pembeli banyak ngeluh. Mereka tetap beli, tapi dikurangi jumlahnya. Misalnya biasa beli 5 sampai 10 kilo, sekarang dikurangi 3 sampai 5 kilo," jelasnya.

Pedagang sembako lainnya, Mentug juga mengatakan, kenaikan harga beras tersebut dinilai sangat signifikan akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Padahal, kata Mentug, Bantul dan Kulon Progo merupakan lumbung padi utama di DIY.

"Juga karena faktor cuaca yang hujan terus sehingga susah dijemur," kata Mentug.

Mentug juga mengeluhkan pasokan serta distribusi beras dinilai kurang lancar dibandingkan bulan lalu. Jika dulu pasokan bertambah setiap hari, kini ia harus menunggu 2-3 hari untuk bisa mengisi ulang pasokan.

Jenis beras yang naik meliputi beras medium dan premium. Ia menjelaskan, sebelum naik, harga beras c4 semua jenis dibandrol Rp 8.500- Rp 12 ribu. Namun kini dipatok Rp 9.500- Rp 13 ribu.

Karena itu, mereka berharap pemerintah bisa segera mengintervensi dan menurunkan harga beras demi keberlangsungan hidup para pedagang beras di pasar tradisional. (Teresa Ika)

#Harga Beras #Beras #Pasar Tradisional
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen
Selain faktor digitalisasi, keberhasilan Pemprov DKI menjaga harga pangan juga menjadi kunci
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen
Indonesia
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Anggota DPR Rina Saadah mengapresiasi swasembada beras 2025 dengan surplus 3,5 juta ton. DPR minta produksi berkelanjutan dan petani tetap sejahtera.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Indonesia
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Peningkatan luas tanam tersebut diyakini akan mendorong produksi beras nasional, selama tidak terjadi bencana alam besar atau gangguan signifikan yang dapat menghambat proses tanam dan panen petani.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Indonesia
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Kesiapan produksi dan stok di gudang Perum Bulog yang mencapai 3,25 juta ton di awal 2026 ini, memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus pasar internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Indonesia
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Berdasarkan proyeksi Badan Pangan Nasional, produksi beras Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, atau relatif setara dengan capaian produksi tahun sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Indonesia
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika harga pasca pergantian tahun, sekaligus menjamin akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga sesuai ketentuan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
 Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indikator sukses yang paling hakiki adalah kesejahteraan petani
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indonesia
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram untuk GKP sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo resmi mengumumkan Indonesia swasembada beras per 31 Desember 2025. Cadangan Beras Pemerintah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Saat ini, total stok beras di Aceh mencapai 75.000 ton
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Bagikan