Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen
Transaksi QRIS. Foto: Dok/Kemenpan RB
Merahputih.com - Kabar segar datang dari denyut nadi ekonomi ibu kota. Penampilan pasar tradisional di Jakarta kini tak lagi identik dengan tumpukan uang kertas lusuh. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat ledakan transaksi digital yang mencapai 47 persen di berbagai pasar tradisional sepanjang tahun 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Jakarta semakin adaptif dan optimis. Meluasnya penggunaan QRIS di lapak-lapak pasar menjadi motor utama penguatan aktivitas konsumsi warga.
“Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 persen,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota, Rabu (21/1).
Baca juga:
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Tulang Punggung
Pramono menjelaskan bahwa ekonomi Jakarta saat ini sangat bergantung pada belanja warga. Konsumsi rumah tangga tercatat memberikan kontribusi jumbo sebesar 63,43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta. Tingginya angka ini selaras dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang berada di level sangat optimis.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 menyentuh angka 145,33. Data ini menunjukkan bahwa warga Jakarta merasa sangat aman secara finansial untuk terus berbelanja dan menggerakkan roda ekonomi kota.
Baca juga:
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Inflasi Jakarta Jinak di Bawah Nasional
Selain faktor digitalisasi, keberhasilan Pemprov DKI menjaga harga pangan juga menjadi kunci. Inflasi Jakarta sepanjang 2025 tercatat hanya 2,63 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan angka inflasi nasional yang menyentuh 2,92 persen. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi. Inflasi Jakarta 2,63 persen, berada di bawah inflasi nasional 2,92 persen," kata Pramono dengan nada bangga.
Dengan sistem pembayaran yang semakin efisien dan transparan, Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan inklusi keuangan agar pedagang kecil di pasar tradisional semakin berdaya saing di era digital.
| Indikator Ekonomi | Capaian / Angka | Status Terhadap Nasional |
| Pertumbuhan Transaksi Digital | Naik 47% | Sangat Progresif |
| Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga | 63,43% dari PDRB | Penopang Utama |
| Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) | 145,33 | Level Optimis |
| Inflasi Tahunan Jakarta | 2,63% | Lebih Rendah (Nasional 2,92%) |
| Metode Pembayaran Favorit | QRIS & Non-Tunai | Inklusi Meningkat |
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
Modus Deposit Judol Geser dari E-Wallet Sekarang Pakai QRIS
Warga Jakarta Siapkan Saldo E-Wallet! Donasi Digital Menjamur Saat Malam Tahun Baru di Lokasi Berikut
Viral Toko Roti Tolak Pembayaran Tunai dari Seorang Lansia, YLKI Bilang Begini
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati Dipastikan Akibat Arus Pendek Listrik
Kawasan Pasar Induk Kramat Jati Kebakaran, Pedagang Panik
Banyak yang Belum Tahu, Ingat Transaksi QRIS di Bawah Rp 500 Ribu Gratis Biaya Admin