Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen

Transaksi QRIS. Foto: Dok/Kemenpan RB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kabar segar datang dari denyut nadi ekonomi ibu kota. Penampilan pasar tradisional di Jakarta kini tak lagi identik dengan tumpukan uang kertas lusuh. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat ledakan transaksi digital yang mencapai 47 persen di berbagai pasar tradisional sepanjang tahun 2025.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Jakarta semakin adaptif dan optimis. Meluasnya penggunaan QRIS di lapak-lapak pasar menjadi motor utama penguatan aktivitas konsumsi warga.

“Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 persen,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota, Rabu (21/1).

Baca juga:

Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Tulang Punggung

Pramono menjelaskan bahwa ekonomi Jakarta saat ini sangat bergantung pada belanja warga. Konsumsi rumah tangga tercatat memberikan kontribusi jumbo sebesar 63,43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta. Tingginya angka ini selaras dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang berada di level sangat optimis.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 menyentuh angka 145,33. Data ini menunjukkan bahwa warga Jakarta merasa sangat aman secara finansial untuk terus berbelanja dan menggerakkan roda ekonomi kota.

Baca juga:

Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target

Inflasi Jakarta Jinak di Bawah Nasional

Selain faktor digitalisasi, keberhasilan Pemprov DKI menjaga harga pangan juga menjadi kunci. Inflasi Jakarta sepanjang 2025 tercatat hanya 2,63 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan angka inflasi nasional yang menyentuh 2,92 persen. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi. Inflasi Jakarta 2,63 persen, berada di bawah inflasi nasional 2,92 persen," kata Pramono dengan nada bangga.

Dengan sistem pembayaran yang semakin efisien dan transparan, Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan inklusi keuangan agar pedagang kecil di pasar tradisional semakin berdaya saing di era digital.

Indikator Ekonomi Capaian / Angka Status Terhadap Nasional
Pertumbuhan Transaksi Digital Naik 47% Sangat Progresif
Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga 63,43% dari PDRB Penopang Utama
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 145,33 Level Optimis
Inflasi Tahunan Jakarta 2,63% Lebih Rendah (Nasional 2,92%)
Metode Pembayaran Favorit QRIS & Non-Tunai Inklusi Meningkat
#QRIS #Pasar #Pasar Tradisional
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen
Selain faktor digitalisasi, keberhasilan Pemprov DKI menjaga harga pangan juga menjadi kunci
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta pada Tahun 2025 Meroket 47 Persen
Indonesia
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Kenaikan transaksi digital ini berbanding lurus dengan daya beli masyarakat yang tetap kuat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Indonesia
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
Revitalisasi pasar akan sia-sia jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak membereskan pasar tumpah yang tumbuh subur.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
Indonesia
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
Ismail menyarankan agar Perumda Pasar Jaya menerapkan konsep pengembangan kawasan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
Indonesia
Modus Deposit Judol Geser dari E-Wallet Sekarang Pakai QRIS
Jika sebelumnya lebih banyak melalui rekening bank maupun e-wallet, kini transaksi banyak menggunakan QRIS. Cara ini membuat transaksi berlangsung cepat antar akun dan diduga bermuara ke kripto.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Modus Deposit Judol Geser dari E-Wallet Sekarang Pakai QRIS
Indonesia
Warga Jakarta Siapkan Saldo E-Wallet! Donasi Digital Menjamur Saat Malam Tahun Baru di Lokasi Berikut
Chico Hakim menambahkan bahwa proses pengumpulan donasi sudah dimulai dan dapat diakses oleh publik setiap saat
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Warga Jakarta Siapkan Saldo E-Wallet! Donasi Digital Menjamur Saat Malam Tahun Baru di Lokasi Berikut
Indonesia
Viral Toko Roti Tolak Pembayaran Tunai dari Seorang Lansia, YLKI Bilang Begini
YLKI juga menyoroti kelompok konsumen rentan seperti lansia, anak-anak, dan disabilitas dengan keterbatasan dalam mengakses teknologi pembayaran digital
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Desember 2025
Viral Toko Roti Tolak Pembayaran Tunai dari Seorang Lansia, YLKI Bilang Begini
Indonesia
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati Dipastikan Akibat Arus Pendek Listrik
Pramono menginginkan agar ke depannya pihak Pasar Jaya melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi peristiwa serupa di pasar-pasar lainnya di ibu kota.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Desember 2025
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati Dipastikan Akibat Arus Pendek Listrik
Indonesia
Kawasan Pasar Induk Kramat Jati Kebakaran, Pedagang Panik
Kobaran api terlihat melahap bangunan los semi permanen, dengan lidah api berwarna oranye menyala dari dalam deretan bangunan beratap lengkung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Kawasan Pasar Induk Kramat Jati Kebakaran, Pedagang Panik
Indonesia
Banyak yang Belum Tahu, Ingat Transaksi QRIS di Bawah Rp 500 Ribu Gratis Biaya Admin
Kebijakan ini berlaku sejak Desember 2024. Sebelum aturan ini berlaku, pedagang dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0,3 persen untuk transaksi di atas Rp 100 ribu.
Wisnu Cipto - Jumat, 07 November 2025
Banyak yang Belum Tahu, Ingat Transaksi QRIS di Bawah Rp 500 Ribu Gratis Biaya Admin
Bagikan