Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
Ilustrasi (Pemprov DKI Jakarta)
MERAHPUTIH.COM - KEBERADAAN pasar tumpah dikeluhkan masyarakat karena mengganggu pengguna jalan dan dinilai merugikan pedagang kios yang telah membayar sewa dan mengikuti aturan pengelolaan pasar.
Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto atau yang akrab disapa SGY meminta Pemerintah DKI untuk menertibkan pasar tumpah itu. Dia menyebut revitalisasi pasar akan sia-sia jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak membereskan pasar tumpah yang tumbuh subur.
"Ini harus dibereskan. Percuma pasar direvitalisasi kalau pasar tumpah dibiarkan. Pembeli pasti memilih yang paling mudah diakses," ucap Sugiyanto kepada wartawan, Kamis (15/1)
Sugiyanto menegaskan penanganan pasar tumpah harus melibatkan seluruh unsur pemerintahan wilayah. Dia meminta lurah dan camat berperan aktif melakukan pengawasan, sedangkan Satpol PP harus mengambil langkah penindakan tegas terhadap lapak-lapak liar.
"Tidak bisa hanya Pasar Jaya yang bekerja. Lurah, camat, sampai Satpol PP harus turun tangan. Kalau tidak ada penindakan, pedagang kios akan terus dirugikan," ujarnya.
Baca juga:
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
Dia menambahkan penertiban pasar tumpah menjadi kunci agar revitalisasi pasar benar-benar berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan pedagang resmi di Jakarta.
"Penertiban lapak-lapak liar pasar tumpah harus dikawal dan menjadi perhatian bersama," imbuhnya.(Asp)
Baca juga:
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir
Fraksi Golkar DPRD DKI Sebut Pembangunan JPO akan Geliatkan Usaha di Sarinah
Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Senayan, Sebagian Dijadikan Videotron
DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Soal Monorel Rasuna Said, Pramono: Ada Surat Kajati, Aman Secara Hukum
Penataan Rasuna Said Rp 102 Miliar, Pramono: Bongkar Monorel Tak Sampai Rp 1 M