Setahun Serangan Israel ke Gaza, Kini Tutup Total Wilayah Tepi Barat
Israel (2/10/2024) memaksa keluarga Palestina di daerah pendudukan Tepi Barat, untuk meninggalkan rumah mereka dan mengubahnya menjadi barak militer. /ANTARA/Anadolu/py
MerahPutih.com - Ketegangan di seluruh Tepi Barat teru meningkat di tengah serangan Israel di Jalur Gaza.
Di wilayah pendudukan Tepi Barat sedikitnya 742 warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas dan hampir 6.200 lainnya terluka serta lebih dari 10.900 orang ditangkap, menurut data Palestina.
Irael mengumumkan penutupan total wilayah pendudukan Tepi Barat pada Senin (7/10), menandai setahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sekaligus awal agresi Israel di Gaza.
Perang di Gaza yang hingga kini masih berlangsung dan telah menewaskan sekitar 42.000 orang dan melukai hampir 97.000 lainnya.
Baca juga:
Setahun Sudah Serang Gaza, Israel Hancurkan Hampir 80% Masjid dan Makam
Israel telah memutuskan untuk memberlakukan perimeter keamanan penuh di sekitar Tepi Barat dengan menutup penyeberangan yang menghubungkannya dengan Israel dan melarang masuk pekerja Palestina.
Militer Israel memutuskan untuk memperkuat kehadiran pasukan di seluruh Tepi Barat dan di semua lini guna mengantisipasi insiden yang bertepatan dengan setahun agresi, menurut penyiar tersebut. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel