Seskab Pramono Anung: Presiden Sudah Dengar Rekaman Pencatutan Namanya

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 17 November 2015
Seskab Pramono Anung: Presiden Sudah Dengar Rekaman Pencatutan Namanya

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) turun dari mobilnya saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/10). (Foto Antara/Hafidz Mubarak A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Presiden Joko Widodo sudah mengetahui duduk perkara pencatutan namanya oleh politisi kuat. Jokowi sendiri tidak terlalu terpengaruh dengan kehebohan yang terjadi di Tanah Air.    

“Presiden sudah membaca, dan Presiden sudah mendengar. Saya juga sudah mendengar. Presiden sudah tahu duduk persoalan yang sebenarnya, detilnya juga beliau sudah tahu. Saya mendengarnya sudah lama, tapi nggak ngomong-ngomong,” kata Seskab Pramono Anung kepada wartawan di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/11) seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.

Pramono hanya mengingatkan, bagi siapapun yang mengatasnamakan Presiden maka perlu hati-hati.

“Tidak baik kalau kemudian simbol negara itu digunakan oleh siapapun untuk hal-hal yang seperti itu,” tuturnya.

Menurut Pramono, proses kontrak karya, perpanjangan kontrak, regulasi dilakukan sudah terbuka.

“Kalau perlu sudah tidak perlu lagi yang namanya dokumen, kemudian tanda tangan, dan sebagainya. Sudah dilakukan secara computerized, termasuk di perpajakan, termasuk di BKPM. Itu memang menjadi keinginan Presiden,” terang Pramono seraya mengatakan, dalam dunia yang sangat terbuka seperti ini kok masih ada yang “bermain-main” dengan menggunakan penyebutan nama-nama yang harusnya menjadi simbol kita. “Itu sangat tidak proper,” katanya.

Pramono menyatakan pemerintah sudah berkomitmen akan menyelesaikan perpanjangan kontrak karya Freeport

"Presiden berkeinginan untuk menyelesaikan perpanjangan ataupun tidak memperpanjang, ataupun pembahasan yang berkaitan dengan kontrak karya, termasuk dengan Freeport," tegasnya.

BACA JUGA:

  1. Berbelit-belit, Setya Novanto Jelaskan Pencatutan Nama Presiden 
  2. JK Pertimbangkan Pidanakan Setya Novanto
  3. Pidanakan Setya Novanto, JK Tunggu Proses Politik di DPR
  4. Disebut Bisa Loloskan Kontrak Freeport, Luhut Akan Beri Klarifikasi Besok
  5. Sudirman Said Benarkan Setya Novanto Pencatut Nama Presiden
#Setya Novanto Catut Nama Presiden #Kontrak Karya #Freeport #Pramono Anung #Jokowi #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Jakarta Timur. Waduk ini berfungsi mengendalikan banjir sekaligus ruang publik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Indonesia
Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said: Biar Bang Yos Tidur Nyenyak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan pembongkaran monorel mangkrak di Rasuna Said, demi menghormati Sutiyoso.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said: Biar Bang Yos Tidur Nyenyak
Indonesia
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri haul ke-85 M.H. Thamrin dan menegaskan komitmen menjaga nilai perjuangan serta identitas Betawi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Indonesia
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Penetapan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5,73 juta ditolak buruh. Gubernur Pramono Anung menegaskan tidak akan memberi subsidi upah dari APBD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Indonesia
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Pramono Pastikan Pelican Crossing Tak Ditutup
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons kritik Koalisi Pejalan Kaki terkait pembangunan JPO Sarinah. Pemprov DKI menegaskan pelican crossing tetap dibuka dan berjalan bersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Pramono Pastikan Pelican Crossing Tak Ditutup
Indonesia
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Pemprov DKI Jakarta akan menata kawasan Pasar Baru hingga Kota Tua pada 2026. Coba hidupkan kembali ekonomi, pariwisata, dan konektivitas Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
Indonesia
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Dua tersangka kasus ijazah palsu menemui Jokowi di Solo, Kamis (8/1) sore. Lokasi kediamannya pun langsung disterilkan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Indonesia
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur DKI Jakarta mendukung pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya sebagai pusat layanan dan edukasi air.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Bagikan