PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
PAM Jaya memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan, yang ditandai dengan acara groundbreaking, di kawasan IPA Pejompongan I, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). (foto: dok PAM Jaya)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap langkah transformasi yang dilakukan PAM Jaya. Ia mendorong perusahaan daerah tersebut untuk terus berkembang sebagai badan usaha yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurut Pramono, PAM Jaya saat ini berada dalam kondisi perusahaan yang sehat dan memiliki fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Jakarta. Selain itu, PAM Jaya juga dinilai memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan air yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya penguatan perusahaan, PAM Jaya memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan, yang ditandai dengan acara groundbreaking pada Kamis (8/1) di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I, Jakarta Pusat. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pembangunan gedung ini sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025, yang menargetkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada tahun 2029. Gedung Sentra Pelayanan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi PAM Jaya sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta.
Salah satu fungsi utama gedung tersebut adalah sebagai Pusat Edukasi Air, yang dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai siklus air, manfaat air minum perpipaan, konservasi air, serta pentingnya mengurangi penggunaan air tanah demi keberlanjutan lingkungan perkotaan.
Melalui Pusat Edukasi Air, PAM Jaya ingin menghadirkan pendekatan edukasi yang informatif sekaligus menarik. Fasilitas ini diharapkan menjadi destinasi pembelajaran bagi pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan layanan air tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.
Baca juga:
2026 Jakarta akan Macet, PAM Jaya Minta Maaf karena Proyek Pipa 1.000 Km
Selain fungsi edukasi, Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya juga dirancang sebagai sentral layanan terpadu. Gedung ini akan mengintegrasikan sistem pelayanan pelanggan, call center dalam satu lokasi, koordinasi antar divisi, hingga fungsi pengawasan dan pengendalian kualitas layanan.
Keberadaan War Room dan Command Center akan memperkuat pemantauan operasional secara terpusat. Sementara itu, berbagai fasilitas pendukung seperti ruang kerja terpadu, function room, hingga sport center disiapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan produktif.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, PAM Jaya menegaskan bahwa kehadiran pusat layanan fisik tetap relevan untuk mendukung sistem pelayanan hybrid, baik secara online maupun offline. Gedung ini juga akan menjadi ruang tatap muka bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, edukasi, serta konsultasi langsung terkait layanan air minum perpipaan.
Secara arsitektural, Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya mengusung konsep “Urban Water Falling”, yang merepresentasikan aliran air layaknya air terjun di alam terbuka. Konsep ini memaksimalkan pemanfaatan cahaya alami melalui penggunaan kaca secara optimal, sekaligus mencerminkan transparansi, kejernihan layanan, dan efisiensi energi.
Gedung ini direncanakan dibangun setinggi 11 lantai dengan 1 basement, memiliki luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi, dan ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih 590 hari.
Baca juga:
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Seiring pembangunan infrastruktur fisik, PAM Jaya juga terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan. Per 1 Januari 2026, Call Center PAM Jaya telah go live dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat respons terhadap pelanggan.
Selanjutnya, PAM Jaya dijadwalkan melakukan go live sistem ERP pada 15 Januari 2026, serta meluncurkan Aplikasi C2M pada Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital perusahaan.
“Kami ingin warga Jakarta tumbuh bersama PAM Jaya dalam menjaga keberlanjutan air, seiring dengan transformasi dan digitalisasi layanan yang terus kami lakukan,” ujar Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin.
Melalui pembangunan Gedung Sentra Pelayanan yang dilengkapi Pusat Edukasi Air ini, PAM Jaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan air yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kuat dari sisi kesadaran publik. Dengan kolaborasi antara infrastruktur, teknologi, dan edukasi, PAM Jaya optimistis mampu menyediakan layanan air minum perpipaan yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga Jakarta. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Pramono Pastikan Pelican Crossing Tak Ditutup
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Pramono Anung Minta Supporter Persija dan Persib Jaga Emosi, Jangan Sampai Skor Menang Tapi Ribut
Pemprov DKI Siapkan Jembatan Penghubung JIS ke Ancol, Groundbreaking 25 Januari
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar Rabu Depan, Pramono: Biar Pejabat Datang Tanpa Mobil Pribadi
Persib dan Persija Tarung, Ini Permintaan Gubernur Pramono