MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Harris Azhar berpendapat, teroris semakin menyasar polisi karena institusi tersebut dinilai mereka semakin agresif.
Haris berpendapat, apabila penanganan pelaku terorisme dilakukan dengan mengedepankan soft approach, ia meyakini setidaknya tensi permusuhan dapat diminimalisasi.
Baca Juga:
Tren Terorisme di Indonesia, dari Paparan Istri hingga Faktor Ekonomi
"Karena sebenarnya individu teroris (pada mulanya) mengakui konsep negara. Akan tetapi, kalau negara mengadili dengan konsep treatment yang benar, saya pikir permusuhan ini tidak semakin menjadi-jadi," kata Haris kepada wartawan, Sabtu (16/11).
Haris berharap dengan adanya pembenahan di tubuh Polri, usaha-usaha penanganan terorisme yang gencar dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan mumpuni hasilnya.
Baca Juga:
Kerap Berkamuflase, Identifikasi Pelaku Teror Tak Hanya Bermodal Pakaian
Terlebih, BNPT juga bekerja sama dengan sejumlah kementrian untuk menanggulangi merebaknya paham terorisme lewat pemberian jaminan sosial kepada para mantan teroris. Upaya ini juga diharapkan bisa membuat mereka tak kembali lagi menjadi teroris di kemudian hari.
"Sebenarnya mereka mengakui konsep negara secara implisit 'kalau negara ngadilin saya dengan benar, treatment saya dengan cara yang benar', polisi jaksa itu gak bakal jadi sasaran. Tetapi, ini secara gak sadar ada permusuhan di antara mereka sendiri," tutupnya. (Knu)
Baca Juga:
Pengamat Ungkap "Nuansa Lokal" Serangan Teror yang Berbeda dari Titah Pimpinan ISIS