Sering Dilakukan, 5 Hal Kecil ini Bisa Hambat Bisnis UMKM

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Oktober 2023
Sering Dilakukan, 5 Hal Kecil ini Bisa Hambat Bisnis UMKM

Beberapa hal penting untuk dilakukan oleh pengusaha agar bisnisnya lancar. (Foto: Pexels/Liza Summer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA orang pasti ingin bisnisnya berkembang dengan baik. Begitu juga dengan pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bagi sebagian orang, pendapatan tinggi nan lancar adalah tolok ukur sukses atau tidaknya sebuah UMKM.

Sayangnya, tidak semua pegiat UMKM rajin mencatat aliran uang mereka. Toh, hanya menjual barang-barang biasa di toko kecil, pikirnya. Manajemen keuangan pun jadi hal yang kelihatan remeh di mata pemilik usaha.

Padahal, menurut laman Sahabat Pegadaian, manajemen keuangan yang buruk sering kali menjadi salah satu faktor gulung tikar pada UMKM. Untuk itu, yuk lihat lima hal kecil yang berpotensi hambat bisnis UMKM-mu jika terus dilakukan.

Baca juga:

Cara Mendapat Sertifikat Halal untuk Para Pelaku UMKM

1. Mencampurkan keuangan pribadi dan bisnis

Banyak pengusaha yang berpikir bahwa keuangan pribadi dan bisnis tidak penting-penting amat untuk dipisahkan. Namun, mencampurkan kedua hal ini akan membuat arus transaksimu jadi kacau. Misalnya saja kamu tidak sengaja memakai modal bisnis untuk kesenangan pribadi.

Hal ini akan membuat bisnismu mengalami kerugian dana secara tak langsung. Lebih jauh, mencampurkan dua jenis keuangan juga berpotensi membuatmu sulit menghitung omzet dan tagihan tertentu yang terkait UMKM.

Catatan keuangan yang rapi dapat menghindarkan pegiat UMKM dari kerugian yang tak perlu. (Foto: Pexels/Tima Miroshnichenko)

2. Malas mencatat arus transaksi

Rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran bisa jadi tantangan tersendiri bagi pemilik bisnis. Sejumlah pegiat UMKM sering kali mencatat arus transaksinya asal-asalan karena mengira ini bukanlah hal yang penting. Sayangnya, ini merupakan hal yang buruk.

Mencatat arus transaksi dengan rutin dapat membantumu mengetahui total penjualan tiap bulan, sisa utang, serta total barang yang telah terjual. Hal ini akan membantumu terhindar dari kerugian yang tak perlu.

3. Lalai mengecek data keuangan

Selain arus transaksi, data keuangan bisnis juga perlu dicek secara rutin, loh. Tujuannya agar kamu mengetahui barang apa saja yang laku terjual serta total pemasukannya setara atau tidak. Takutnya nanti justru barang terjual habis, tetapi pemasukannya tidak sepadan.

Selain itu, dengan melihat pada data keuangan, kamu jadi mengetahui kapan penjualanmu meningkat atau menurun. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui jenis barang atau jasa seperti apa yang lebih dibutuhkan oleh konsumen.

Baca juga:

Masalah dan Risiko Bisnis yang Dihadapi UMKM

Menentukan target penjualan dan pemasukan penting untuk menjaga agar bisnis tetap berkembang. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

4. Kurang merencanakan pengelolaan utang

Sebagian orang biasanya membangun usahanya dengan meminjam dana. Hal ini ke depannya bakal terhitung sebagai utang. Untuk itu, kamu perlu merencanakan pengelolaan utang sejak awal supaya bisnismu memiliki fondasi yang kuat.

Ketika hendak berutang, kamu perlu mempertimbangkan lebih dulu jumlahnya dan bandingkan dengan hartamu. Usahakan untuk tidak berutang lebih dari 50 persen total aset dan 30 persen dari total pendapatan.

5. Mengabaikan target dan evaluasi bisnis

Beberapa pelaku usaha UMKM cenderung merasa cepat puas dengan bisnisnya. Hal ini biasanya terjadi ketika mereka telah memiliki penjualan tetap dan pelanggan. Prinsip ini tak salah, tetapi juga tak sepenuhnya benar. Pegiat UMKM harus selalu menyadari bahwa ada banyak persaingan dalam dunia bisnis.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap pemilik usaha untuk menetapkan target mereka. Hal ini juga bisa dicapai dengan cara memperluas jangkauan pasar dan meraih pelanggan baru. Selain itu, penting juga untuk melakukan evaluasi bisnis agar kamu bisa terus meningkatkan performa bisnis ke depannya. (mcl)

Baca juga:

Strategi Kembangkan UMKM di Era Digital

#UMKM #Bisnis #Oktober Sebangsa Merah Putih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Marcella

K-Pop enthusiast and books enjoyer.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla Ancam Usaha Lokal, Pakar Minta Pemerintah Intervensi Penundaan Bayar Bunga Pinjaman
Mendesak otoritas keuangan dan perbankan untuk memberikan penundaan pembayaran atau penyesuaian bunga pinjaman bagi UMKM terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Karhutla Ancam Usaha Lokal, Pakar Minta Pemerintah Intervensi Penundaan Bayar Bunga Pinjaman
Indonesia
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
JPPI meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar program berdampak pada ekonomi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
Indonesia
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Pameran bisnis ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Indonesia
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Indonesia
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta
Sebanyak 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati mendapat akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta dengan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta
Berita Foto
Live Streaming Dorong UMKM Menjangkau Pasar Mancanegara
Pedagang menawarkan aneka busana muslim dengan memanfaatkan fitur live streaming pada aplikasi Shopee di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 31 Agustus 2026
Live Streaming Dorong UMKM Menjangkau Pasar Mancanegara
Indonesia
780 UMKM Siapkan 600 Ribu Porsi Kuliner Gratis di Pesta Rakyat Monas
Dari 780 UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 470 pelaku usaha bergerak di bidang makanan, sedangkan 310 lainnya merupakan penyedia minuman.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
780 UMKM Siapkan 600 Ribu Porsi Kuliner Gratis di Pesta Rakyat Monas
Bagikan