Serangan Udara Pimpinan Amerika Tewaskan 60 Warga Sipil

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 02 Agustus 2017
Serangan Udara Pimpinan Amerika Tewaskan 60 Warga Sipil

Jet tempur milik Amerika. (Foto Reuters/ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap beberapa daerah di Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur. Sedikitnya 60 warga sipil telah tewas akibat serangan itu.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, Selasa (1/8), melaporkan koalisi pimpinan AS melancarkan serangan udara terhadap beberapa desa dan kota kecil di pinggir Deir Az-Zour, Suriah Timur, selama beberapa jam terakhir.

SANA menambahkan agresi itu telah mengakibatkan pembantaian, lebih dari 60 orang tewas dan puluhan orang lagi --kebanyakan anak-anak dan perempuan-- cedera.

Serangan udara tersebut dilancarkan kurang dari 48 jam sejak koalisi pimpinan AS menyerang satu rumah sakit dan satu klub di Kota Bukamal di pinggiran Deir Az-Zour, menewaskan enam warga sipil --termasuk perempuan dan anak kecil-- serta melukai puluhan orang lagi.

Koalisi "anti-teror" pimpinan AS telah menyerang posisi IS di Suriah Utara sejak 2014.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyerukan Dewan Keamanan PBB agar membubarkan koalisi pimpinan AS. Kementerian tersebut mengatakan koalisi semacam itu telah dibentuk tanpa permintaan apa pun dari Pemerintah Suriah.

Kementerian tersebut juga menuduh pembentukan koalisi pimpinan AS dilakukan di luar kerangka kerja PBB, dan menegaskan Dewan Keamanan PBB harus memikul tanggung-jawabnya dalam memelihara perdamaian serta keamanan internasional dan menghentikan kejahatan koalisi itu. (*)

Sumber: Xinhua/ANTARA

#Serangan Udara #Konflik Suriah #ISIS #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan