Sepuluh Ribu Langkah Sehari Bisa Turunkan Berat Badan?

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 07 Juni 2022
Sepuluh Ribu Langkah Sehari Bisa Turunkan Berat Badan?

10.000 langkah sehari untuk turunkan berat badan. (Foto: Unsplash/Arek Adeoye)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELACAK berapa banyak langkah telalu dilalui kini sudah semakin mudah seiring dengan bermunculannya peranti penghitung mengusung teknologi tercanggih. Langkah kaki kini semakin penting bagi masyarakat urban apalagi pelaku pola hidup sehat atau sedang dalam program penurunan berat badan.

Pasalnya, berjalan kaki setiap harus diklaim dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes tipe dua, dan persendian kaku. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengutip Antara, merekomendasikan untuk setidaknya melakukan aktivitas fisik intensitsas sedang selama 150 menit dalam seminggu atau aktivitas intensitas tinggi selama 75 menit dalam seminggu untuk mengoptimalkan gaya hidup sehat.

Baca juga:

Berolahraga 30 Menit Sehari Apakah Cukup?

Berjalan kaki juga olahraga. (Foto: Unsplash/Sincerely Media)

Bila menggunakan hitungan tersebut, maka idealnya kamu harus aktif melakukan gerakan fisik setidaknya 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu agar tubuh tetap sehat. CDC malah merekomendasikan durasi lebih tinggi bila ingin mengoptimalkan gaya hidup lebih sehat dan berenergi.

Kamu bisa menyesuaikan hingga 300 menit dalam seminggu untuk aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau 150 menit seminggu dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik tersebut tak selalu harus olahraga ekstrem atau berat, kamu bisa melakukannya dengan sesederhana berjalan kaki.

Personal trainer bersertifikat NSCA Laura Arndt juga merupakan CEO Matriac mengatakan berjalan cepat 30 menit berarti sudah melakukan antara 3.000 hingga 5.000 langkah, tergantung kecepatan dan gaya berjalan.

Arndt bahkan merekomendasikan agar kliennya menargetkan berjalan setidaknya 10.000 langkah dalam sehari sebab menurutnya rata-rata seseorang dapat membakar 100 kalori hanya dengan berjalan satu mil. Berjalan 10.000 langkah kurang lebih sama dengan lima mil.

Baca juga:

Mengonsumsi Makanan Sehat Saja Enggak Cukup, Harus Dibarengi Olahraga

Mengenakan jam tangan pintar untuk memantau jumlah langkah. (Foto: Unsplash/Luke Chesser)

Dengan menyelesaikan 10.000 langkah berarti telah membakar hingga 500 kalori. Namun, Arndt menegaskan 10.000 langkah dalam sehari bukan target realistis untuk bisa dicapai semua orang.

"Hal terbaik bisa dilakukan dengan mengenakan alat pelacak kebugaran selama seminggu dan mencoba untuk meningkatkan jumlah langkah setidaknya sebesar 10 persen," jelasnya.

Sementara ahli bedah bariatrik di Khalili Center Gregg Kai Nishi, MD, FACS, mengatakan berjalan lambat hingga 10.000 langkah tidak benar-benar efektif mengurangi berat badan. Sebaliknya berjalan cepat meski kurang dari 10.000 langkah lebih bermanfaat menurunkan berat badan. (waf)

Baca juga:

Sebaiknya Makan Sebelum atau Sesudah Berolahraga?

#Kesehatan #Jalan Kaki #Jalan Sehat #Olahraga
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Fun
Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan
HYROX adalah olahraga kebugaran hibrida global yang menggabungkan lari dan latihan fungsional. Atletnya bahkan mampu menarik pesawat AirAsia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Olahraga
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
KSOC mengunjungi NOC Indonesia pada Jumat (9/1). Pertemuan ini memperkuat kerja sama dan pengembangan olahraga di kedua negara.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet, pemerintah memberikan sejumlah bonus yang berkisar Rp 157 juta hingga Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Bagikan