Sensus Ekonomi 2026 Bakal Menyasar Langsung Pelaku Usaha, Mahasiswa Dikerahkan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Sensus Ekonomi 2026 Bakal Menyasar Langsung Pelaku Usaha, Mahasiswa Dikerahkan

Gedung BPS/ dok BPS

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap pendataan, yakni pada 1–30 Mei 2026 melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) serta 16 Mei–31 Juli 2026 melalui Computer Assisted Personal Interview (CAPI).

Pendataan akan mencakup seluruh kegiatan ekonomi di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan pengecualian sektor pertanian, administrasi pemerintahan, serta aktivitas rumah tangga untuk konsumsi send

Badan Pusat Statistik (BPS) menyiapkan pengerahan besar sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), termasuk melibatkan pegawai pusat dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS).

Sekretaris Utama BPS Zulkipli mengatakan SE2026 menjadi sensus paling menantang karena menyasar langsung pelaku usaha sebagai responden dengan cakupan wilayah nasional.

Baca juga:

BPS Rekrut 190 Ribu Orang Buat Sensus Ekonomi 10 Tahunan

Ia menyebutkan, kompleksitas pendataan paling berat terjadi di wilayah perkotaan dengan kepadatan dan karakter usaha yang beragam, terutama di DKI Jakarta.

“DKI Jakarta saja dengan gedung yang sangat tinggi dan banyak pusat kegiatan usaha akan menjadi pekerjaan rumah tersendiri jika hanya dilakukan oleh sedikit petugas sensus,” kata Zulkipli.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, BPS akan menurunkan hampir seluruh komponen internalnya dalam kegiatan pendataan lapangan.

Zulkipli memberikan contoh pegawai BPS di kantor pusat yang disebutnya akan dikerahkan dalam jumlah besar untuk membantu pelaksanaan sensus di wilayah Jakarta Pusat.

“Pegawai di kantor pusat mungkin lebih dari 50 persen, bahkan bisa sampai 75 persen, akan diturunkan untuk membantu pendataan di Jakarta Pusat,” ujarnya.

Selain pegawai BPS, lembaga statistik nasional itu juga akan melibatkan mahasiswa STIS sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya pendataan.

Ia menyebut, mahasiswa STIS khususnya akan dilibatkan untuk membantu pendataan di wilayah perkotaan dengan tingkat aktivitas usaha yang tinggi.

“Seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik akan diturunkan untuk membantu, terutama di wilayah yang kompleks seperti DKI Jakarta,” tutur dia.

BPS juga akan mengoordinasikan dukungan lintas wilayah, di mana daerah dengan kapasitas petugas lebih besar akan membantu wilayah lain yang membutuhkan penguatan pendataan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan ekonomi dapat terdata secara menyeluruh dan konsisten sesuai metodologi sensus.

#Badan Pusat Statistik (BPS) #Sensus Ekonomi #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Indonesia
BPS Sarankan Warga Ajukan Sanggahan ke Kelurahan bila Keberatan Status Desil
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas cek bansos yang disediakan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengajukan keberatan terhadap data yang diterima.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
BPS Sarankan Warga Ajukan  Sanggahan ke Kelurahan bila Keberatan Status Desil
Bagikan