Kesehatan

Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Vaksin COVID-19 Sinovac

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 09 Desember 2020
Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Vaksin COVID-19 Sinovac

Vaksin ini sudah segera didistribusikan ke masyarakat. (Foto: Pexels/Miguel Á. Padriñán)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT dunia terus berlomba untuk memproduksi vaksin COVID-19, China tampaknya telah membuat langkah besar dengan salah satu pelopor vaksinnya Sinovac. Vaksin ini sudah merambah ke luar negeri.

Perusahaan biofarmasi yang berbasis di Beijing, Sinovac telah mengirim 1,2 juta vaksin Coronavac dan telah tiba di Indonesia. Vaksin tersebut merupakan persiapan untuk kampanye vaksinasi massal. Pada Januaru 2021 akan tiba lagi sebanyak 1,8 dosis.

Namun, perlu ditekankan, vaksin tersebut belum menyelesaikan uji coba tahap akhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang kita ketahui tentang vaksin dari Tiongkok ini? Berikut penjelasannya seperti dirangkum dari bbc.com (9/12).

Baca juga:

Relawan Berusia 90 Tahun Orang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19

1. Apa perbedaan antara Sinovac dan beberapa vaksin lain?

vaksin
CoronaVac adalah vaksin yang tidak aktif. (Foto: 123RF/rfranca)

CoronaVac adalah vaksin yang tidak aktif. Vaksin ini bekerja dengan menggunakan partikel virus yang telah dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan risiko respons penyakit yang serius.

Vaksin Moderna dan Pfizer adalah vaksin mRNA - yang berarti bagian dari kode genetik virus corona disuntikkan ke dalam tubuh, memicu tubuh untuk mulai membuat protein virus. Vaksin ini bukan keseluruhan virus tapi cukup untuk melatih sistem kekebalan untuk menyerang.

"CoronaVac adalah metode (vaksin) yang lebih tradisional yang berhasil digunakan di banyak vaksin terkenal seperti rabies," kata Associate Prof Luo Dahai dari Nanyang Technological University kepada BBC.

"Vaksin mRNA adalah jenis vaksin baru dan (saat ini) tidak ada contoh yang berhasil (di antaranya) digunakan dalam populasi," tambah Prof Luo.

2. Tentang sistem penyimpanan vaksin Sinovac?

vaksin
Salah satu keunggulan utama Sinovac adalah dapat disimpan di lemari es standar pada suhu 2-8 derajat Celcius. (Foto: 123RF/IBRAHIM SERVET TURAN)

Di atas kertas, salah satu keunggulan utama Sinovac adalah dapat disimpan di lemari es standar pada suhu 2-8 derajat Celcius, seperti vaksin Oxford, yang dibuat dari virus rekayasa genetika yang menyebabkan flu biasa pada simpanse. Sementara, vaksin Moderna perlu disimpan pada suhu -20C dan vaksin Pfizer pada -70C.

Artinya, vaksin Sinovac dan Oxford-AstraZeneca jauh lebih berguna bagi negara berkembang yang mungkin tidak dapat menyimpan vaksin dalam jumlah besar pada suhu rendah seperti itu.

Baca Juga:

Mengapa Vaksin COVID-19 Sinovac Tidak Berlaku Seumur Hidup?

3. Seberapa efektif vaksin Sinovac?

vaksin
CoronaVac kemungkinan merupakan vaksin yang efektif. (Foto: 123RF/Ralf Liebhold)

Sulit untuk mengatakannya pada saat ini. Menurut jurnal ilmiah The Lancet, saat ini hanya ada informasi dari uji coba fase pertama dan kedua CoronaVac. Zhu Fengcai, salah satu penulis makalah tersebut, mengatakan bahwa hasil tersebut - yang didasarkan pada 144 peserta dalam uji coba fase satu dan 600 dalam uji coba fase dua - berarti vaksin itu "cocok untuk penggunaan darurat".

Pada bulan September, Mr Yin dari Sinovac mengatakan tes dilakukan pada lebih dari 1.000 sukarelawan, di mana "beberapa hanya menunjukkan kelelahan ringan atau ketidaknyamanan, tidak lebih dari 5%".

Ini memulai uji coba tahap akhir di Brasil - yang telah melaporkan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia - pada awal Oktober. Uji coba ini dihentikan sebentar pada November setelah melaporkan kematian seorang sukarelawan, tetapi dilanjutkan setelah kematian itu ditemukan tidak ada kaitannya dengan vaksin.

Mitra Sinovac di Brasil, The Butantan Institute, mengatakan pihaknya mengharapkan Sinovac mempublikasikan hasil uji coba sebelum 15 Desember.

Prof Luo menjelaskan bahwa sulit untuk berkomentar tentang kemanjuran vaksin pada saat ini "mengingat terbatasnya informasi yang tersedia". "Berdasarkan data awal, CoronaVac kemungkinan merupakan vaksin yang efektif, tetapi kami perlu menunggu hasil uji coba fase tiga," katanya.

"Percobaan ini dilakukan secara acak, buta pengamat, terkontrol plasebo, dengan ribuan peserta. Ini adalah satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa vaksin aman dan efektif untuk digunakan pada tingkat populasi," Prof Luo menjelaskan.

Baca Juga:

Persatuan Perawat Tidak Ragu Pada Vaksin COVID-19 Sinovac

#Breaking #Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #Vaksin Tiongkok #Harga Vaksin COVID-19 #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Indonesia
Info Gempa Jakarta: Magnitudo 5,9, Berpusat di Dekat Kepulauan Seribu
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Info Gempa Jakarta: Magnitudo 5,9, Berpusat di Dekat Kepulauan Seribu
Indonesia
Info Gempa Hari Ini Jawa Tengah: Magnitudo 3,8 Berpusat di Wonosobo, Terasa Hingga Dieng dan Banjarnegara
Info terbaru gempa Wonosobo hari ini 12 September 2026 dini hari dengan magnitudo 3,8. Pusat gempa di darat dan terasa hingga Dieng. Cek detail selengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Info Gempa Hari Ini Jawa Tengah: Magnitudo 3,8 Berpusat di Wonosobo, Terasa Hingga Dieng dan Banjarnegara
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Olahraga
Resmi, Persija Jakarta Umumkan Kedatangan Ivan Mamut Jelang Partai Besar Vs Persib
Persija Jakarta secara resmi mengumumkan Ivan Mamut sebagai rekrutan anyar, Kamis, 10 September atau dua hari jelang pertandingan besar melawan Persib Bandung.
Frengky Aruan - Kamis, 10 September 2026
Resmi, Persija Jakarta Umumkan Kedatangan Ivan Mamut Jelang Partai Besar Vs Persib
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Flores hari ini berkekuatan M 5,1 mengguncang kawasan Manggarai, NTT pada 8 September 2026. Cek info gempa BMKG terbaru, lokasi pusat gempa, dan peringatan lengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Bagikan