Selat Hormuz Memanas, Ratusan Tangker Terjebak Bikin Harga Minyak Terbang Tinggi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
Selat Hormuz Memanas, Ratusan Tangker Terjebak Bikin Harga Minyak Terbang Tinggi

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga kapal tanker berbendera Amerika Serikat dan Inggris di kawasan vital pelayaran dunia Selat Hormuz menjadi sasaran balasan Iran merespon serangan gabungan AS dan Iran.

Bahkan dikutip dari laporan platform pelacakan kapal Kpler, Senin (2/3), sedikitnya 150 kapal tanker kini tertahan dan memilih berlabuh di luar selat karena risiko keamanan tinggi serta biaya asuransi yang melonjak.

Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia praktis lumpuh. Imbas konflik Iran dengan AS dan Israel yang kian memanas ini langsung berdampak instans.

Baca juga:

Tangker di Selat Hormuz Jadi Target Serangan Balasan Iran, Kapal AS dan Inggris Terbakar

Lonjakan Harga di Pasar Asia

Pada perdagangan Senin pagi di pasar Asia, harga minyak mentah Brent melesat lebih dari 7 persen ke level US$78,25 per barel. Sementara minyak mentah WTI naik 7,3 persen ke angka US$71,93.

“Pasar saat ini memang belum panik, namun mereka terus mengamati apakah lalu lintas di Selat Hormuz bisa kembali normal dalam waktu dekat,” kata Saul Kavonic, Kepala Riset Energi di MST Research, dilansir Antara.

Analis juga memperingatkan harga minyak dunia bisa menembus US$100 per barel jika ketegangan di Selat Hormuz tak kunjung mereda.

Baca juga:

Pasokan Minyak Dari Timur Tengah Terganggu, Indonesia Bakal Pilih Impor Dari AS

Raksasa Pelayaran Maersk Pilih Rute Memutar

Presiden Automobile Association (AA), Edmund King, menegaskan kekacauan di Timur Tengah saat ini katalisator utama gangguan distribusi energi global. “Besarnya kenaikan harga sangat bergantung pada seberapa lama konflik ini berlangsung,” tandasnya.

Raksasa pelayaran dunia Maersk bahkan menghentikan seluruh pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, mengalihkan rute kapal memutar jauh melalui Tanjung Harapan, Afrika.

Kelompok negara penghasil minyak OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, telah sepakat menambah produksi sebesar 206.000 barel per hari untuk mengantisipasi langkanya peredaran minyak dunia. (*)

#Selat Hormuz #Harga Minyak Dunia #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Indonesia
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Langkah tersebut akan memungkinkan harga bahan bakar di stasiun pengisian turun sebesar 12-18 sen euro per liter.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Dilakukan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Indonesia
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Harga minyak dunia meroket tembus US$ 107 per barel akibat konflik AS-Iran. Pemerintah pastikan Pertalite tidak naik, namun BBM nonsubsidi bakal disesuaikan!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Bagikan