Selama Oktober Ada 50 Korban Jiwa akibat Bencana Hidrometeorologi

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 08 November 2022
Selama Oktober Ada 50 Korban Jiwa akibat Bencana Hidrometeorologi

BPBD Aceh Timur menurunkan perahu karet mengevakuasi warga terdampak banjir di Aceh Timur, Minggu (6/11/2022). ANTARA/HO/BPBD Aceh Timur

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi basah di Indonesia sebanyak 50 orang di bulan Oktober 2022.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan pada bulan Oktober 2022 frekuensi bencana rata-rata 70 kali per pekan.

Baca Juga

Bencana Rutin di Akhir Tahun, Tak Waspada Renggut Nyawa

Dengan demikian, hingga saat ini tercatat bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor di bulan Oktober 2022 mengakibatkan korban jiwa tertinggi, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"Di bulan Oktober total 50 jiwa, ini menjadi perhatian kami di BNPB. Sehingga mungkin besok dan lusa kita akan apel kesiapsiagaan secara nasional untuk kembali mengingatkan pemerintah daerah," ujar Abdul di Jakarta, Senin (7/11).

Abdul mengatakan dari Januari hingga Oktober 2022, tercatat 3.038 kali kejadian bencana. Dalam rentang waktu tersebut, tercatat korban jiwa sebanyak 230 orang.

Titik rawan dari provinsi-provinsi dengan kejadian bencana paling tinggi hingga kuartal ketiga tercatat pada Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

"Khusus di bulan Oktober kita 203 kali kejadian. Ini mungkin bulan Oktober ini yang paling tinggi kejadian bencana," ujar dia

Baca Juga

Bogor Tanggap Darurat Bencana hingga 31 Desember 2022

Abdul membandingkan periode Oktober 2021 dengan Oktober 2022, dari sisi total korban jiwa itu naik hampir 85 persen. Pada tahun 2021, meski kejadian bencana 427 kali yang meninggal dan hilang tercatat 27 korban jiwa.

Namun kini pada 2022, kejadian bencana 396 kali, tercatat korban meninggal 50 jiwa. Hal itu menjadi perhatian BNPB, karena dalam beberapa kejadian ini korban jiwa ini di lokasi-lokasi yang sebelumnya bukan merupakan kawasan langganan bencana hidrometeorologi.

Hal itu juga menyebabkan warga terdampak angkanya naik, artinya intensitas cakupan wilayah yang terendam makin banyak.

Tercatat pada Oktober 2021, kejadian bencana sebanyak 427 kali dengan 767.000 terdampak. Namun, pada Oktober 2022, sebanyak 396 kali kejadian bencana menyebabkan 850.000 orang terdampak dan mengungsi.

"Jadi intensitas kejadiannya itu lebih tinggi, dampaknya lebih tinggi, jumlah warga terdampak makin tinggi. Ini yang menjadi perhatian di BNPB," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Selama 3 Pekan Ada 227 Kejadian Bencana di Indonesia, 33 Orang Meninggal Dunia

#Bencana Alam #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
BNPB merencanakan operasi water bombing karhutla pada 18 September 2026 di enam provinsi Sumatra dan Kalimantan. Simak daftar lokasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Bagikan