Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Tampil dengan Wajah Baru

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 10 Desember 2019
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Tampil dengan Wajah Baru

IBLAM secara resmi mengumumkan visi dan misi baru. (Foto: MP/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menghadapi perkembangan dunia yang sangat cepat di era industri 4.0, Indonesia punya begitu banyak tantangan. Tantangan itu juga yang coba dijawab oleh Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM.

IBLAM yang telah mengabdi dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia selama 26 tahun ingin memperkuat komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul di bidang hukum.

Baca Juga:

Jokowi: Kalau Masyarakat Berkehendak Hukuman Mati Koruptor Bisa Diterapkan

"Kami percaya bahwa perbaikan sumber daya manusia adalah kunci untuk menghadapinya. Sejalan dengan visi Indonesia untuk mewujudkan SDM Unggul sebagai amanat konstitusi untuk mencerdaskan bangsa," kata Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen IBLAM (YLPIHM IBLAM) Rahmat D Putranto, dalam siaran persnya, Senin (9/12).

IBLAM didirikan oleh Edy Susanto, yang juga sekaligus pendiri YLPIHM IBLAM pada 12 Juli 1993 silam.

IBLAM meyakini, integritas adalah kunci perbaikan SDM di bidang hukum. Oleh karena itu, IBLAM secara resmi menjadikan #kampusberintegritas menjadi tagar resmi perjuangan melalui institusi ini.

Rahmat mengatakan, integritas juga menjadi visi utama dan pilar utama dari empat pilar perjuangan yang terdiri dari integritas, religius, nasionalis, dan berdaya saing global.

"Kami sadar perjuangan tersebut harus semakin dikokohkan dalam satu rumah yang bersahabat dan terbuka bagi semua elemen masyarakat dan pemangku kepentingan yang ada," kata Rahmat.

Baca Juga:

Praktisi Hukum Nilai Penyidik KPK Bakal Terhambat UU

Sehubungan dengan komitmen perjuangan tersebut, IBLAM secara resmi mengumumkan visi dan misi terbaru yaitu menjadi sekolah tinggi ilmu hukum yang berintegritas, unggul di tingkat nasional, dan berdaya saing global. Kedua, menegaskan penyebutan brand institusi menjadi IBLAM School of Law (IBLAM SL).

Ketiga, logo baru yang merupakan kombinasi bentuk empat bulat yang melambangkan elemen perjuangan mencapai kemajuan yang ada di IBLAM SL yaitu dosen, mahasiswa, masyarakat dan pemerintah.

"Lalu ada bentuk kotak dengan bulatan di tengah sebagai lambang satu tujuan dalam satu rumah perjuangan untuk menghasilkan ahli hukum yang berintegritas dan empat garis lurus yang melambangkan empat nilai dasar perjuangan IBLAM SL, yang apabila semuanya digabungkan akan terlihat sebagai perisai yang bermakna bahwa pendidikan hukum harus dijadikan instrument untuk melindungi dan menghadapi serangan kebodohan, kekacauan," katanya. (*)

Baca Juga:

Pemerintah 'Gamang' Hadapi FPI, Praktisi Hukum: Siapa yang Sedang Dikadali?

#Hukum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ahli UGM Akui Trading in Influence Belum Dikriminalisasi, Kuasa Hukum Febrie Sebut Sangkaannya Imajinatif
Ahli hukum pidana UGM Fatahillah Akbar mengakui trading in influence belum dikriminalisasi di Indonesia. Kuasa hukum Febrie Adriansyah menyoroti dasar hukumnya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Ahli UGM Akui Trading in Influence Belum Dikriminalisasi, Kuasa Hukum Febrie Sebut Sangkaannya Imajinatif
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Kejagung Siapkan Operasional Tujuh Kejari Baru, Kantor Sementara hingga Personel Jadi Prioritas
Fokus awal saat ini yakni menyiapkan sarana pendukung agar satuan kerja baru tersebut dapat segera menjalankan tugasnya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kejagung Siapkan Operasional Tujuh Kejari Baru, Kantor Sementara hingga Personel Jadi Prioritas
Indonesia
KAMAKSI Nilai Bank Jakarta Kooperatif, Komitmen Terapkan Good Corporate Governance
KAMAKSI mengapresiasi Bank Jakarta yang menghormati proses hukum. Operasional pun masih berjalan lancar.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
KAMAKSI Nilai Bank Jakarta Kooperatif, Komitmen Terapkan Good Corporate Governance
Indonesia
Aparat Hukum Diduga Korupsi, Mahfud Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Hukum
Aada produk hukum yang baik dan ada pula yang buruk, bergantung pada apakah proses pembentukannya mengikuti prinsip-prinsip pembentukan hukum yang benar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Aparat Hukum Diduga Korupsi, Mahfud Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Hukum
Berita Foto
Kondisi Terkini de'Clan Cafe Signature Cipete: Tutup, Sepi, Tanpa Garis Polisi
Suasana Restoran de'Clan Signature yang tutup tanda aktivitas di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 09 Juli 2026
Kondisi Terkini de'Clan Cafe Signature Cipete: Tutup, Sepi, Tanpa Garis Polisi
Indonesia
KPK Dorong Integrasi Hukum dan Akuntansi Forensik untuk Perkuat Pembuktian Kerugian Negara
Membuktikan bahwa kerugian itu timbul akibat langsung dari perbuatan melawan hukum merupakan tantangan sesungguhnya
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
KPK Dorong Integrasi Hukum dan Akuntansi Forensik untuk Perkuat Pembuktian Kerugian Negara
Indonesia
Siapa Berwenang Hitung Kerugian Negara? Baleg DPR Gelar RDPU dengan Pakar Hukum
Baleg DPR RI menggelar RDPU bersama pakar hukum untuk membahas evaluasi UU Tipikor. Fokus utama pembahasan adalah kewenangan menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Siapa Berwenang Hitung Kerugian Negara? Baleg DPR Gelar RDPU dengan Pakar Hukum
Indonesia
PERADI dan Iwakum Teken MoU, Perkuat Advokasi Wartawan dan Penegakan Hukum
PERADI dan Iwakum meneken MoU untuk memperkuat prinsip negara hukum dan advokasi wartawan. Kolaborasi ini jadi momen penting bagi prinsip negara hukum.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
PERADI dan Iwakum Teken MoU, Perkuat Advokasi Wartawan dan Penegakan Hukum
Indonesia
Yusril Ingatkan Revolusi Digital dan AI Harus Berpijak pada Prinsip Negara Hukum
Yusril menekankan revolusi digital dan AI tidak hanya berbicara soal kemajuan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek fundamental seperti keadilan, kekuasaan, dan arah peradaban bangsa.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Yusril Ingatkan Revolusi Digital dan AI Harus Berpijak pada Prinsip Negara Hukum
Bagikan