Sejumlah Negara Eropa Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Maret 2021
Sejumlah Negara Eropa Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Kedatangan vaksin AstraZeneca. (Foto: setkab.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah negara menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca, setelah adanya laporan soal penggumpalan darah pada orang yang telah menerima suntikan vaksin tersebut.

Keputusan penangguhan itu diambil berbagai negara tersebut, di luar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau negara-negara tersebut tidak menghentikan program vaksinasi mereka.

Baca Juga:

Vaksinasi Dosis Kedua, Wartawan Diminta Abaikan SMS Blast Suntik di Puskesmas

WHO pada Senin (15/3) mengatakan tidak ada bukti bahwa kasus-kasus penggumpalan darah disebabkan oleh vaksin tersebut, yang dikembangkan AstraZeneca bersama Universitas Oxford.

Badan pengawas obat-obatan Eropa (EMA), mengatakan jumlah kasus tromboemboli (bekuan darah serta bekuan darah yang bergerak) pada orang yang divaksin tidak lebih tinggi dari jumlah pada orang secara umum.

Tercatat, pada 10 Maret, sudah 30 kasus kejadian tromboemboli dilaporkan terjadi di antara hampir lima juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.

Dalam pernyataanya, WHO menegaskan, vaksin COVID-19 yang sudah diberikan pada orang-orang hingga 12 Maret berjumlah lebih dari 300 juta dosis. Sejauh ini, tidak ada kasus kematian yang ditemukan akibat vaksin COVID-19.

Tercatat, lebih dari 10 juta orang di Inggris telah menerima vaksin dan mereka tidak mengalami efek samping serius terkait suntikan vaksin.

Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)
Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)

Paling tidak, negara yang telah mengambil tindakan terhadap penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca diantaranya, Austria, Bulgaria, Denmark, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, Italia, Belada,Norwegia, Romania, Spanyol, dan Thailand.

Di Indonesia, sudah terdapat tiga jenis vaksin yang memperoleh Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin CoronaVac produksi Sinovac adalah vaksin pertama yang mendapatkan EUA pada 11 Januari 2021, disusul dengan vaksin produksi PT. Bio Farma pada 16 Februari 2021, dan yang terakhir pada 22 Februari 2021, BPOM juga menerbitkan EUA untuk vaksin AstraZeneca. (*)

Baca Juga:

Menkes Pastikan Peserta Vaksinasi Gotong Royong Tak Dikenakan Biaya

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #Eropa #BPOM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Indonesia
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
DPR RI mendesak PPNS Kemenkes dan BPOM proaktif mengusut kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
Olahraga
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Hasil undian Liga Champions 2026/27 menghadirkan duel panas sejak fase liga. Simak jadwal lengkap siapa lawan yang dihadapi setiap klub.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Dunia
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Warga dilarang mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi. Larangan itu juga mencakup air mancur pribadi, fasilitas bermain air, dan fasilitas pribadi serupa lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Indonesia
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Gelombang panas ekstrem di Eropa menewaskan lebih dari 1.300 orang. DPR mendesak Kemenlu segera membuka posko siaga darurat untuk melindungi WNI di wilayah terdampak.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Bagikan