Sebastian Manuputty Punya Grup Band 'Ale-Ale'
Ayah Sebastian, Pieter sedang mendengarkan lagu BBB, karya Sebastian Manuputty. (MerahPutih/Achmad Cinde)
MerahPutih Nasional - Alunan musik bernada menyindir terdengar sayup-sayup di telinga saat tim merahputih.com bertandang ke rumah orangtua Alm. Sebastian Manuputty di Pekayon, Bekasi, Jawa Barat. Lagu yang diberi judul 'Bersinar Bagai Bintang' (BBB) itu ternyata karya Sebastian sebelum tewas.
"Syairnya sederhana, tapi penuh makna," ujar Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Amier Mahfouzh di Pekayon, Bekasi, Jawa Barat.
Amier menceritakan, rupanya sekitar setahun yang lalu Sebastian membentuk grup band. Teman-teman buruh menjuluki grup band Sebastian dengan sebutan 'Grup Band Ale-ale'. Alasannya, karena personel grup band itu merupakan pekerja PT Tirta Alam Segar (PT TAS) yang memproduksi minuman kemasan, salah satunya "Ale-Ale".
"Karena dia kerja di Ale-Ale, kita panggil aja 'grup Ale-Ale'," kata Amier.
Padahal nama band tersebut adalah "Lullaby". Tak ada yang tahu maksud atau filosofi dari nama "Lullaby" tersebut. Setidaknya dua lagu sempat ia ciptakan yaitu BBB dan Buruh Bersatu Bergerak.
Ayah Sebastian, George Pieter Manuputty mengatakan bahwa sejak SMA Sebastian sudah pandai bermusik. Kepiawaiannya memainkan alat musik didapat secara otodidak.
"Dia dari alam, kalau musik bagus tapi kalau suara Sebastian kurang," kata Pieter.
Kakak Sebastian Mujiarno menambahkan, demi mengasah keterampilan bermusiknya, Sebastian rela menyisihkan sebagian gajinya untuk membeli gitar. Alat musik petik seharga Rp6 juta itu dibeli dengan cara kredit.
"Sudah lama dia pengin menciptakan lagu sampai dia kredit gitar seharga Rp6 juta," katanya.
Sekarang, gitar itu tergantung di markas FSPMI. Jelang demonstrasi 1 Mei 2015 lalu, Sebastian sempat diingatkan gitar tersebut. Namun, Sebastian hanya menjawab singkat gitar itu memang sengaja ditinggal untuk kenang-kenangan.
"Di rumah buruh, saya tanya itu gitar ketinggalan. Dia jawab, 'emang ditaruh di situ buat kenang-kenangan," tandas Amier.
Ditambahkan adik ipar Sebastian, Agung, Sebastian belajar gitar secara otodidak. Kekhasan alunan musik Sebastian diilhami dari musik barat, Muse.
"Musik kesukaannya itu Muse," kata Agung.
Berikut syair lagu yang diciptakan Sebastian:
“BERSINAR BAGAI BINTANG”
(Sebastian)
Apa yg kau fikir dalam otakmu
Slalu memandangku sebelah mata
Dan aku memang bukanlah siapa siapa
Dan aku memang seperti tak percaya
# Suatu saat kau akan melihat ku kan bersinar bagai bintang
Dan kau hanya bisa terdiam sayang
Meski bintang tertutup awan
Kilau sinarnya takkan hilang
Dan sesal yg kau rasakan sayang
Benci bukan benci yg ku harapkan
Cinta kasih sayang yg ku inginkan
Aku memang bukanlah siapa siapa
Aku memang sperti tak percaya
# Suatu saat kau akan melihat ku kan bersinar bagai bintang
Dan kau hanya bisa terdiam sayang
Meski bintang tertutup awan
Kilau sinarnya takkan hilang
Dan sesal yg kan kau rasakan sayang (mad)
Baca Juga:
Sebastian Manuputty, Tewas Bunuh Diri atau Dibunuh?
5 Kisah Mengharukan Aktivis Buruh Sebastian Manuputty
Bagikan
Adinda Nurrizki
Berita Terkait
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah