Save the Children Indonesia Dorong Hak Anak dalam Mengambil Keputusan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 10 November 2022
Save the Children Indonesia Dorong Hak Anak dalam Mengambil Keputusan

Anak-anak harus terlibat dalam mengambil keputusan. (Foto: Unsplash/Larm Rmah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAVE the Children Indonesia ingin anak-anak Indonesia bebas memberikan pandangannya terhadap suatu isu. Anak-anak perlu terlibat dalam mengambil keputusan agar bisa turut andil dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Untuk mewujudkan hal ini, Save the Children Indonesia berkolaborasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam penyelenggaraan side event di Universal Periodic Review (UPR) ke-41. Kegiatan yang berlangsung pada 8 November 2022 di Palais des Nation, Jenewa, Swiss ini bertujuan menyoroti tantangan dan praktik baik dalam isu partisipasi anak yang inklusif dan hak atas kesehatan anak.

Baca Juga:

Save The Children Suarakan Dampak Krisis Iklim

"Side event ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelibatan masyarakat sipil pada tahapan proses pelaporan dan implementasi UPR, khususnya di Indonesia," kata Chief of Advocacy, Campaign, Communications, and Media Save the Children Indonesia Troy Pantouw dalam rilis pers diterima merahputih.com.

Kolaborasi untuk mendorong hak anak. (Foto: Save The Children Indonesia)

Save the Children Indonesia terlibat aktif dalam Konvensi Hak Anak (KHA) dan UPR 2022 dengan memasukkan peninjauan hak anak ke dalam UPR Indonesia, bersama dengan 46 NGO yang terlibat. Pada Maret 2022, Save the Children Indonesia dan koalisi NGO untuk Advokasi UPR berkoordinasi dengan Human Rights Working Group (HRWG).

Save The Children Indonesia ingin adanya hukum yang lebih menjamin terhadap pendapat anak dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, perlu adanya kepastian dalam memberikan ruang aman bagi anak untuk menyalurkan pendapat mereka.

Baca Juga:

Selamatkan Bumi, Jeff Bezos Sumbang Rp28,6 Triliun

Dalam proses pengambilan keputusan, anak-anak juga berhak diberikan bobot sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaannya. Maka dari itu, Indonesia harus mengintegrasikan sembilan persyaratan dasar dari CRC Committee General Comment 12, untuk didengar (Pasal 12 Konvensi Hak Anak) ke dalam semua tindakan legislatif dan lainnya.

Rekomendasi mendesak bagi Indonesia adalah memastikan perlindungan dan penyediaan ruang aman bagi anak-anak dari kelompok minoritas. (Foto: Unsplash/Yannis H)



Pada 2021, Save the Children bersama Yayasan TIFA melakukan kajian pemetaan pelanggaran HAM selama pandemi, khususnya terhadap kelompok minoritas dan rentan. Studi ini menemukan bahwa anak-anak dari agama minoritas masih trauma dengan relokasi paksa dan kekerasan yang terjadi setelah mereka diusir dari desa asal mereka pada 2006.

Anak-anak dan masyarakat hidup dalam kondisi miskin di penampungan dengan infrastruktur terbatas untuk sanitasi dan promiskuitas, meningkatkan risiko kekerasan seksual terhadap anak. Mereka juga menghadapi kesulitan bersosialisasi dengan teman sebaya dan masyarakat karena stigmatisasi yang mereka terima. Beberapa juga menyembunyikan identitas sebagai agama minoritas untuk memastikan anak-anak mereka bisa bersekolah tanpa didiskriminasi.

Rekomendasi mendesak bagi Indonesia adalah memastikan perlindungan dan penyediaan ruang aman bagi anak-anak dari kelompok minoritas untuk dapat berpartisipasi dan mengekspresikan kekhawatiran serta harapan mereka. "Semua inisiatif bersama hari ini harus diperkuat dengan menutup kesenjangan dalam undang-undang dan praktik diskriminatif untuk lebih menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia," tegas Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Ajar Budi Kuncoro. (ikh)

Baca Juga:

Save The Children Inisiasi Aksi Bersih Pantai di Sulawesi Tengah

#Aksi Sosial #Anak #Anak-anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
GRID Cardio Rush mendapat apresiasi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setelah menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Minggu, 16 Agustus 2026
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
Lifestyle
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
GRID Fitness Hub menanam 1.500 bibit pohon di kaki Gunung Gede Pangrango, Sabtu (15/8).
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Bagikan