Saudi Arabia Cemas Akan Kesepakatan Rudal Iran - Rusia
Pabrik nuklir Rusia. (Foto: AP)
MerahPutih Eropa - Menteri Intelijen Saudi, Yuval Steinitz menyatakan kecemaasannya atas legitimasi kesepakatan rudal antara Iran dan Rusia.
Dikatakan dalam BBC (14/4), Steinitz juga mengatakan hal ini merupakan "bukti" bahwa Iran berencana untuk menggunakan bantuan dari sanksi untuk senjata, bukan untuk kesejahteraan rakyat Iran.
Gedung Putih mengatakan, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry telah menyuarakan keprihatinan terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, yang telah berusaha menunda penjualan untuk membicarakan lebih lanjut masalah rudal S-300.
S-300 adalah sistem rudal darat untuk menghalau serangan udara. Targetnya tidak hanya serangan rudal, namun juga pesawat tempur yang memasuki wilayah terlarang.
Rusia adalah salah satu dari enam kekuatan utama dunia yang mencapai kesepakatan dengan Iran atas program nuklirnya.
Bagikan
Berita Terkait
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Kota Basis Konsentrasi WNI di Iran Masih Aman, Kemenlu: Opsi Evakuasi Belum Mendesak
Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran