Saran Pengamat untuk Cagub Jateng PDIP

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 29 Desember 2017
Saran Pengamat untuk Cagub Jateng PDIP

Ilustrasi. (MP/Dery Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Analis Komunikasi Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang M Yulianto menilai PDIP Jawa Tengah harus mengusung bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2018 dengan latar belakang santri.

"Calon yang diusung harus memiliki akseptabilitas di kalangan umat Islam," kata Yulianto seperti dikutip dari Antara di Semarang, Jumat (29/12).

Dari lima bakal calon gubernur yang mendaftar di PDIP, kata dia, Bupati Kudus Musthofa merupakan kandidat yang memenuhi kriteria semacam itu.

"Selama dua periode memimpin Kabupaten Kudus Musthofa dikenal dekat di kalangan santri di kawasan itu," katanya.

Bahkan, menurut dia, Musthofa juga menyampaikan khotbah saat pelaksanaan Salat Jumat di kampung-kampung. "Ketua PDIP Kudus ini jelas memiliki kelebihan di bidang agama," katanya.

Hal tersebut sejalan dengan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto bakal calon wakil gubernur PDIP bisa saja dari internal maupun eksternal partai, tetapi harus memenuhi kriteria minim resistensi (penolakan) dari masyarakat.

Menurut dia, salah satu faktor yang memenuhi kriteria itu yakni nama-nama yang berlatar belakang religius atau tokoh agama Islam.

"Cari orang yang resistensinya rendah. Paling ora sing pinter ngaji (paling tidak yang pintar mengaji)," kata Bambang.

Menurut dia, bakal calon wakil yang merupakan tokoh agama Islam akan memberikan keuntungan pada saat kampanye nanti. Terlebih lagi kampanye Pilgub Jateng 2018 berlangsung pada bulan puasa.

Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Solo KH Abdurrozaq Syafawi mendoakan Bupati Musthofa sukses dalam pencalonannya dalam Pilgub 2018.

Hal tersebut terungkap saat Bupati Musthofa bersilaturahmi ke pondok pesantren tersebut.

Abdurrozaq mendoakan Musthofa agar amanah jika nantinya menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah. "Semoga diberi kebaikan untuk kita semua," katanya.

Bupati Musthofa menyatakan silahturahim tersebut memang bertujuan untuk memohon doa restu. "Menjadi seorang pemimpin tentu tidak bisa lepas dari peran ulama dan umaroh," tandasnya. (*)

#DPP PDIP #Pilkada 2018
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Indonesia
PDIP Desak Pemerintah Kuasai Teknologi Prediksi Bencana Secara Akurat untuk Cegah Korban Jiwa
Sejalan dengan visi partai, PDIP terus mengusung agenda Politik Ekologi melalui gerakan 'Merawat Pertiwi' yang fokus pada penjagaan hutan, sungai, dan disiplin tata ruang
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
PDIP Desak Pemerintah Kuasai Teknologi Prediksi Bencana Secara Akurat untuk Cegah Korban Jiwa
Indonesia
Nama Megawati Ikut Terseret di Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, PDIP Pasang Badan
Deddy Sitorus menegaskan bahwa persoalan ijazah seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan etika
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Nama Megawati Ikut Terseret di Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, PDIP Pasang Badan
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
Pemerintah Mengesahkan Kepengurusan DPP PDIP 2025–2030 dalam Waktu Singkat
Pareira menjelaskan bahwa proses pengesahan ini berjalan cepat karena PDIP telah mendaftar secara daring
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 September 2025
Pemerintah Mengesahkan Kepengurusan DPP PDIP 2025–2030 dalam Waktu Singkat
Indonesia
Ribka Tjiptaning: Kematian Raya Akibat Cacingan Akut Jadi Tamparan Keras untuk Pemerintah
Ribka menyerukan kepada anggota DPR agar isu kesehatan anak tidak dijadikan panggung politik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Agustus 2025
Ribka Tjiptaning: Kematian Raya Akibat Cacingan Akut Jadi Tamparan Keras untuk Pemerintah
Indonesia
Megawati Pilih Rayakan HUT RI di Sekolah Partai, Tegaskan Tradisi PDIP Tak Tergantikan
Megawati menekankan pentingnya disiplin dan kerja keras bagi para kader PDIP
Angga Yudha Pratama - Minggu, 17 Agustus 2025
Megawati Pilih Rayakan HUT RI di Sekolah Partai, Tegaskan Tradisi PDIP Tak Tergantikan
Indonesia
Struktur Kepengurusan Terbaru PDIP: Hasto Kristiyanto Kembali Jabat Posisi Sekjen
Posisi sekjen sempat diambil alih oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 14 Agustus 2025
Struktur Kepengurusan Terbaru PDIP: Hasto Kristiyanto Kembali Jabat Posisi Sekjen
Indonesia
PDIP Beri Dukungan Penuh Tapi Ogah Gabung Pemerintah, Prabowo Butuh 'Second Opinion'
Andreas mengakui hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan partai mana yang akan bergabung
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Agustus 2025
PDIP Beri Dukungan Penuh Tapi Ogah Gabung Pemerintah, Prabowo Butuh 'Second Opinion'
Bagikan