Saran Pengamat untuk Cagub Jateng PDIP
Ilustrasi. (MP/Dery Ridwansah)
MerahPutih.com - Analis Komunikasi Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang M Yulianto menilai PDIP Jawa Tengah harus mengusung bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2018 dengan latar belakang santri.
"Calon yang diusung harus memiliki akseptabilitas di kalangan umat Islam," kata Yulianto seperti dikutip dari Antara di Semarang, Jumat (29/12).
Dari lima bakal calon gubernur yang mendaftar di PDIP, kata dia, Bupati Kudus Musthofa merupakan kandidat yang memenuhi kriteria semacam itu.
"Selama dua periode memimpin Kabupaten Kudus Musthofa dikenal dekat di kalangan santri di kawasan itu," katanya.
Bahkan, menurut dia, Musthofa juga menyampaikan khotbah saat pelaksanaan Salat Jumat di kampung-kampung. "Ketua PDIP Kudus ini jelas memiliki kelebihan di bidang agama," katanya.
Hal tersebut sejalan dengan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto bakal calon wakil gubernur PDIP bisa saja dari internal maupun eksternal partai, tetapi harus memenuhi kriteria minim resistensi (penolakan) dari masyarakat.
Menurut dia, salah satu faktor yang memenuhi kriteria itu yakni nama-nama yang berlatar belakang religius atau tokoh agama Islam.
"Cari orang yang resistensinya rendah. Paling ora sing pinter ngaji (paling tidak yang pintar mengaji)," kata Bambang.
Menurut dia, bakal calon wakil yang merupakan tokoh agama Islam akan memberikan keuntungan pada saat kampanye nanti. Terlebih lagi kampanye Pilgub Jateng 2018 berlangsung pada bulan puasa.
Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Solo KH Abdurrozaq Syafawi mendoakan Bupati Musthofa sukses dalam pencalonannya dalam Pilgub 2018.
Hal tersebut terungkap saat Bupati Musthofa bersilaturahmi ke pondok pesantren tersebut.
Abdurrozaq mendoakan Musthofa agar amanah jika nantinya menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah. "Semoga diberi kebaikan untuk kita semua," katanya.
Bupati Musthofa menyatakan silahturahim tersebut memang bertujuan untuk memohon doa restu. "Menjadi seorang pemimpin tentu tidak bisa lepas dari peran ulama dan umaroh," tandasnya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Nama Megawati Ikut Terseret di Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, PDIP Pasang Badan
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Pemerintah Mengesahkan Kepengurusan DPP PDIP 2025–2030 dalam Waktu Singkat
Ribka Tjiptaning: Kematian Raya Akibat Cacingan Akut Jadi Tamparan Keras untuk Pemerintah
Megawati Pilih Rayakan HUT RI di Sekolah Partai, Tegaskan Tradisi PDIP Tak Tergantikan
Struktur Kepengurusan Terbaru PDIP: Hasto Kristiyanto Kembali Jabat Posisi Sekjen
PDIP Beri Dukungan Penuh Tapi Ogah Gabung Pemerintah, Prabowo Butuh 'Second Opinion'
Terungkap! Ini Alasan PDIP Pilih Jadi Mitra Sekaligus Sparring Partner Pemerintah
Amnesti Prabowo Jadi Bukti, Kasus Hasto Sejak Awal Cuma Kriminalisasi Politik?
Puan: Soliditas di Bawah Kepemimpinan Megawati Jadi Kunci Kekuatan PDIP