Sandiaga Minta Tambahan Modal Bagi Sektor Wisata Hadapi Potensi Resesi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 September 2022
Sandiaga Minta Tambahan Modal Bagi Sektor Wisata Hadapi Potensi Resesi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sektor pariwisata diyakini akan tetap berkembang meski ada potensi resesi dan perlambatan ekonomi di tahun 2023.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, menghadapi tantangan perlambatan ekonomi, pihaknya bakal melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan program-program yang menyentuh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Baca Juga:

Bank Sentral Berlomba Naikkan Suku Bunga, Resesi Kian Mengancam

Selain itu, program transformasi digitalisasi melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), peningkatan daya beli masyarakat melalui program permodalan, pelatihan, pendampingan dan pemasaran.

Sandiaga berencana menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membantu UMKM dengan memberikan tambahan modal kerja agar sektor tersebut terus mampu menciptakan 97 persen lapangan pekerjaan guna mempertahankan daya beli masyarakat.

"Saya melihat ancaman resesi yang sudah disampaikan berkali-kali oleh Bu Menteri Keuangan dan juga outlook yang kami dapatkan dari beberapa lembaga institusi, analisis, maupun laporan-laporan dari ekonom bahwa akan ada perlambatan dan ada kemungkinan masuk ke dalam zona resesi,” ujar Menparekraf.

Ia menegaskan, jika dilakukan persiapan lebih awal, maka Indonesia dapat melalui situasi ekonomi dalam keadaan lebih siap, lebih tangguh, dan lebih berdaya tahan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hendak menawarkan program-program stimulus, upskilling-reskilling-newskilling dalam konsep prakerja, dan kesiapan dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendapatkan keterampilan yang baru ketika bertemu Menko Perekonomian.

"Semoga di kuartal III/2022 bisa dipersiapkan dan di kuartal IV/2022 bisa dipertimbangkan, lalu mulai diluncurkan pada tahun 2023 mendatang," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dunia internasional melihat Indonesia sebagai superpower mini yang akan terus maju ke depan.

"Di tengah-tengah resesi global yang mungkin akan terjadi pada tahun depan, saya kira kita semua tahu akibat Perang di Ukraina dan juga ketegangan di Tiongkok, kita semua harus kompak untuk menghadapi keadaan ini," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Mampu Hadapi Badai Resesi, Indonesia Lebih Baik dari Malaysia dan Singapura

#Sandiaga Uno #Resesi Ekonomi #Inflasi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras dan sawi hijau.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Indonesia
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tetap 5,7% dan inflasi terkendali dalam kisaran sasaran pemerintah.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Indonesia
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Mendagri memaparkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Indonesia
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Ekonom Ferry Latuhihin memprediksi rupiah berpotensi tembus Rp18.000 per dolar AS akibat kenaikan yield obligasi AS, harga minyak dunia, dan sentimen investor.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Indonesia
Menteri Keuangan G7 Sebut Perpecahan Antara AS dan Eropa Makin Dalam
Para peserta juga membahas dukungan bagi Ukraina serta kerja sama dalam pengamanan mineral kritis yang penting bagi industri teknologi tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Menteri Keuangan G7 Sebut Perpecahan Antara AS dan Eropa Makin Dalam
Indonesia
Inflasi Nasional Maret Capai 3,48 Persen, di Aceh Capai 5,31 Persen
Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,22 pada bulan Maret tahun 2025 menjadi 110,95 pada Maret tahun 2026
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Inflasi Nasional Maret Capai 3,48 Persen, di Aceh Capai 5,31 Persen
Indonesia
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Terdapat tiga jenis inflasi yang berpotensi mendorong peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026, yakni demand-pull inflation, cost-push inflation, serta imported inflation.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Inflasi Diproyeksikan Lebih Tinggi Didorong Peningkatan Harga Bahan Bakar
Indonesia
Alasan Menkeu Inflasi Melonjak Tinggi, Permintaan Daging Ayam Meningkat
Inflasi komoditas dengan harga yang diatur pemerintah (administered price) mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar 12,66 persen yoy,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Alasan Menkeu Inflasi Melonjak Tinggi, Permintaan Daging Ayam Meningkat
Bagikan