Sandiaga Beberkan 40 Masjid Radikal DKI, Wakapolri: Gak Masuk Logika!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 11 Juni 2018
Sandiaga Beberkan 40 Masjid Radikal DKI, Wakapolri: Gak Masuk Logika!

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto; Antara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mabes Polri menepis keras pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang mengungkapkan ada sekitar 40 Mesjid di Jakarta terpapar aliran radikal.

"Saya bantah pokoknya, saya bantah kalau bilang mesjid. Saya bantah, saya bantah karena mesjid tidak bisa berbicara seperti orang. Enggak mungkin radikal, mesjid enggak bisa bergerak, enggak bisa berbicara. Enggak masuk logika," kata Wakapolri Komjen M Syafruddin kepada awak media di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin (11/6).

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin

Wakapolri menegaskan masjid merupakan tempat ibadah tidak mungkin menjadi sumber penyebaran faham radikal. "Ya saya bantah bukan mesjid, ngga mungkin lah bagaimana enggak bisa ngomong masjid itu. Masjid itu kan benda tempat ibadah nanti kualat kita, tempat suci," ujar jenderal polisi bintang tiga itu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada sekitar 40 Mesjid di Jakarta terpapar aliran radikal, hal itu juga diperkuat dengan penemuan BNPT.

salat
Ilustrasi Salat ANTARA FOTO/M N Kanwa

Menurut Sandiaga, data dari BNPT itu disimpan Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta. Kata dia, Pemprov DKI saat ini fokus membina untuk memastikan agar paham radikalisme tidak tumbuh dan berkembang di Ibu Kota.

Namun, Sandiaga enggan membeberkan detail data yang dimiliki Pemprov DKI itu kepada khalayak umum. Wagub menjelaskan, masjid-masjid itu diindikasikan disusupi paham radikalisme karena banyak faktor, antara lain menyebarkan dakwah yang bersifat memecah-belah maupun ujaran kebencian. (Fdi)

#Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
As SDM Kapolri, Irjen Anwar menyoroti munculnya fenomena “Polisi Cinta Sunah” (PCS)
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Oktober 2025
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Indonesia
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT meminta para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
Bagikan