Sam Aliano: Pelaporan Anies Baswedan Bermuatan Politis
Sam Aliano. (MP/Asropih Opih)
MerahPutih.com - Pendukung Anies-Sandi, Sam Aliano menyebut pelaporan beberapa lembaga swadaya masyarakat terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait kata "pribumi" memiliki tujuan politis.
"Ya sangat politis jelas. Saya ini sekarang saksinya sebut berapa kali pribumi, saya tunggu ada yang laporin saya, kalau ada yang laporin saya ya sudah kita sama-sama," kata Sam Aliano di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).
Lebih lanjut, menurut Ketua Pengusaha Indonesia Muda itu, laporan terhadap Anies itu dilakukan karena memiliki rasa dendam dan merasa sakit hati.
"Ya, karena ada dendam, ada sakit hati, jelas. Ini satu hari kerja Pak Anies, bikin isu begitu, ini budaya nasional tidak boleh dihilangkan atau dihapus dari mulut kita, kalau di otak pikiran mulut gak bisa," bebernya.
Meski demikian, kata Sam Aliano, dirinya tak ada rencana untuk melaporkan balik terhadap beberapa LSM yang telah melaporkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
"Saya tidak ada rencana karena yang laporkan Anies, dalam hal ini, tidak ada artinya. Buat apa saya laporkan balik. Jadi polisi harus bekerja profesional tidak boleh terima," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Inisiator Gerakan Pancasila Jack Boyd Lapian melaporakan Guburnur DKI Jakarta Anies Baswedan di Bareskrim Polri pada Selasa (17/10) lalu. Anies dilaporkan atas ucapan "pribumi" dalam pidato saat resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10).
Kemudian Federasi Indonesia Bersatu diketua oleh Tirtayasa kembali melaporkan Anies Baswedan ke Bareskrim Polri pada Kamis (19/10) dengan kasus yang sama. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Datangi Bareskrim, Sam Aliano Minta Klarifikasi Pelaporan Anies Baswedan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Sindikat Obat Aborsi Ilegal Bogor Digerebek, Ini Nama Merek dan Tokonya
Bareskrim Mabes Polri Turun Langsung ke Batam Usut Penyelundupan Pasir Timah
Polri Geledah Kantor DSI Terkait Kasus Peggelapan Dana Anggota Rp 1,4 Triliun
Bareskrim Naikkan Status Perkara Gagal Bayar PT Dana Syariah Indonesia ke Penyidikan
Bareskrim Polri Rilis Kasus Akses Ilegal dan Pencucian Uang Judi Online di Jakarta
Bareksrim Bongkar Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025 Bali, Amankan Citra Indonesia di Ranah Internasional
Modus Operandi Sistem Tempel dalam Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025 di Bali, seperti Apa?
17 Orang dari 6 Sindikat Peredaran Narkoba Ditangkap Jelang DWP 2025 di Bali, Polri Amankan 31 Kg Sabu dan Ratusan Ekstasi
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika
Polisi Naikkan Temuan Kayu Gelondongan Saat Banjir Sumatera ke Penyidikan