Salsa Erwina Sindir Ahmad Sahroni: Crazy Rich tapi Takut Debat

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 29 Agustus 2025
Salsa Erwina Sindir Ahmad Sahroni: Crazy Rich tapi Takut Debat

Anggota Fraksi Nasdem di DPR Ahmad Sahroni saat memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/9/2023). (ANTARA/Hendri Sukma Indrawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPurih.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni menuai sorotan publik setelah dianggap takut debat dengan diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung yang diketahui bekerja sebagai Strategic Manager di Vesta, Denmark.

Dalam unggahan story Instagram miliknya, Sahroni menyebut dirinya tidak mau berdebat dan mengaku bodoh. Ia bahkan berkelakar ingin “bertapa” terlebih dahulu sebelum menanggapi tantangan tersebut. Pernyataan itu sempat dipandang sebagian pihak sebagai bentuk kerendahan hati, namun justru menuai cibiran dari banyak netizen.

Menanggapi hal tersebut, Salsa menilai Sahroni seharusnya berani menerima tantangan debat. Menurutnya, debat bisa menjadi sarana bagi wakil rakyat untuk belajar berargumen dengan baik dan memahami bahwa dirinya bekerja untuk masyarakat.

Baca juga:

Ahmad Sahroni Trending Usai Sebut 'Orang Tolol' di IG, Netizen Banjiri Kolom Komentar

“Seharusnya dia berani menerima tantangan debat agar bisa belajar berargumen yang benar. Supaya sadar dan tidak lagi mencaci bos (masyarakat) yang memberi dia makan,” ujar Salsa dalam keterangannya dikutip Jumat (29/9).

Salsa bahkan kembali menantang Sahroni untuk berdebat secara profesional. Ia menegaskan debat tersebut akan membuktikan siapa yang sebenarnya “tolol”, apakah dirinya atau justru anggota dewan yang kerap disebut sebagai “crazy rich Tanjung Priok” itu.

“Kamu selama ini petantang-petenteng, merasa kaya, crazy rich, dan di atas angin. Kali ini kamu berhadapan dengan aku. Setiap hari aku akan tuntut akuntabilitas kamu untuk debat sama aku. Kita buktikan siapa yang sebenarnya tolol,” tegasnya.

Baca juga:

Demo DPR Memanas di Pejompongan, Petasan dan Tembakan Gas Air Mata Saling Bersahutan

Lebih lanjut, Salsa menyindir kekayaan Sahroni yang dikenal memiliki berbagai aset mewah, mulai dari mobil listrik Cybertruck hingga deretan motor gede. Namun, menurutnya, kekayaan itu tidak sebanding dengan keberanian untuk menerima tantangan debat.

“Ahmad Sahroni, punya duit sebanyak itu, bisa beli cyber truck, bisa beli beberapa motor mewah, ketua Harley Davidson katanya di Indonesia. Uang sebanyak itu gak bisa membeli keberanian?” kata Salsa.

Hingga kini, Sahroni belum memberikan jawaban lebih lanjut terkait tantangan debat yang dilontarkan Salsa Erwina. (Pon)

#Ahmad Sahroni #DPR #Demokrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
RUU Penyiaran Disetujui DPR, Platform Media Digital Over The Top Bakal Diawasi
Regulasi itu diatur untuk menghadirkan kepastian hukum dan kesetaraan tanggung jawab dalam ekosistem media yang terus berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
RUU Penyiaran Disetujui DPR, Platform Media Digital Over The Top Bakal Diawasi
Indonesia
RUU Pengaturan Reforma Agraria, Ini Pasal Krusial
Rancangan regulasi itu juga memuat pengaturan tentang Dewan Pengawas BRAN yang bertujuan menjamin akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas kinerja BRAN.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
 RUU Pengaturan Reforma Agraria, Ini Pasal Krusial
Indonesia
DPR Setuju KRI Ki Hajar Dewantara Dijual Pakai Skema Lelang. Harganya Berapa?
Persetujuan diambil dalam rapat paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
DPR Setuju KRI Ki Hajar Dewantara Dijual Pakai Skema Lelang. Harganya Berapa?
Indonesia
Paripurna DPR Setujui Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara Buatan Yugoslavia Pada 1979
KRI Ki Hajar Dewantara saat ini separuh badannya ada di air, di dermaga Ujung, Semampir, Surabaya, Jawa Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Paripurna DPR Setujui Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara Buatan Yugoslavia Pada 1979
Indonesia
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Pengesahan RUU Perampasan Aset belum tentu membuat kelompok yang selama ini kontra terhadap pemerintah berhenti menyampaikan tuntutan. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Jika ada WNI yang bergabung dengan militer negara asing maka status kewarganegaraan Indonesia akan hilang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
DPR Setuju Anggaran KPK 2027 Tambah Rp 774,31 Miliar Jadi Rp 2,22 Triliun
Komisi III DPR RI menyetujui tambahan anggaran KPK sebesar Rp774,31 miliar. Dengan tambahan ini, pagu anggaran KPK 2027 naik menjadi Rp2,22 triliun untuk mendukung pemberantasan korupsi
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
DPR Setuju Anggaran KPK 2027 Tambah Rp 774,31 Miliar Jadi Rp 2,22 Triliun
Berita Foto
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Ketua DPR Puan Maharani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 01 September 2026
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Bagikan