DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Merahputih.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menekankan pentingnya menjaga arah besar pemerintahan Prabowo-Gibran agar tetap fokus pada urusan strategis nasional. Ia memperingatkan agar sektor pangan, energi, industri, pertahanan, serta stabilitas ekonomi tidak terganggu oleh kepentingan jangka pendek maupun transaksi politik.
Azis menegaskan bahwa kehadiran negara dalam sektor-sektor krusial tersebut merupakan kunci utama menuju kemandirian bangsa.
Namun, ia menyadari bahwa tantangan terbesar saat ini adalah potensi adanya "kebisingan" yang dapat menggerus rasa keadilan di tengah masyarakat.
“Negara hadir dalam urusan-urusan strategis pangan, energi, industri, pertahanan, dan stabilitas ekonomi. Kemandirian ekonomi dan stabilitas negara tentu tidak tumbuh di ruang hampa, melainkan dari kepercayaan bahwa kebijakan yang diambil memang ditujukan untuk kepentingan bersama, bukan untuk segelintir kelompok,” ujar Azis, Rabu (14/1).
Baca juga:
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi
Politisi Gerindra ini menjelaskan bahwa sejumlah kebijakan besar seperti hilirisasi, penguatan pangan, hingga penataan birokrasi membutuhkan kesabaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, rasa saling percaya menjadi energi utama agar bangsa tidak mudah lelah atau terjebak dalam aksi saling menyalahkan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia berpendapat bahwa kemajuan negara tidak hanya ditentukan dari istana, melainkan dari ribuan keputusan tepat di tingkat kabupaten, kota, hingga desa.
“Saat pusat percaya pada daerah, dan daerah pun merasa dipercaya mengeksekusi kebijakan dengan bertanggung jawab, maka konsistensi arah nasional akan terjaga. Hal itu pun berlaku dalam hubungan antar kelompok politik. Karena demokrasi bukan soal menang-kalah tanpa akhir, melainkan soal kemampuan menjaga agenda bersama setelah kontestasi selesai,” tambahnya.
Baca juga:
Prabowo Dorong Perbanyak SMA Unggulan Seperti Taruna Nusantara
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat tetap memberikan dukungan yang rasional serta kritis.
Ia menyebut Indonesia saat ini berada di jalan sejarah yang tepat, namun memerlukan kepemimpinan yang berani mengoreksi diri.
“Jalan tersebut butuh kebijakan yang konsisten, kepemimpinan yang tegas, dan tak kalah penting, kepercayaan publik yang terus dirawat dengan kejujuran, keterbukaan, dan keberanian mengoreksi diri,” pungkasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
DPR Anggap Kritik KUHP Baru Sebagai Bagian Penting Demokrasi, Persilakan Publik Uji Materi ke MK
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu
Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah
Jangan Asal Angkut! Kayu Sisa Banjir Sumatra Ternyata Masuk Kategori Sampah Spesifik
Bawang Ilegal 'Haram' Hampir Masuk Pasar, Pemerintah Didesak Seret Dalang Penyelundupan ke Meja Hukum
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus