MerahPutih.com- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait 'saling debat' antara dirinya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono soal anggaran kapal.
Purbaya mengatakan, yang pasti, belum ada order untuk pembangunan kapal saat ini. Meski pinjaman uang untuk proyek pembangunan kapal berasal dari pihak lain, Purbaya menekankan, pada akhirnya akan melewati Kemenkeu juga.
"Oh saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek kan ke galangan, ada enggak yang di-order? Ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya enggak tahu. Ya sudah enggak apa-apa," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/2).
Purbaya menyebut bisa saja data yang diterima salah. Namun, ia menekankan sebagian uang yang berasal dari pinjaman pun harus melewati Kementerian Keuangan dahulu.
Baca juga:
Pengganti Komisioner OJK Mundur Mulai Dicari, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Seleksi
"Yang, yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga," kata dia.
Ia menyebut belum mengetahui nilai dari pinjaman untuk pembuatan kapal itu.
Bendahara negara ini menekankan yang terpenting program pembuatan kapal cepat dilanjutkan oleh Kementerian KP.
"Saya nggak tahu angkanya berubah-ubah terus. Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu aja," tambahnya.
Sebelumnya, dalam salah satu forum Purbaya menyampaikan keheranannya karena KKP belum merealisasikan anggaran pembangunan kapal.
Dalam forum itu, Purbaya menanyakan apakah terdapat pengusaha yang sudah mendapatkan proyek pembangunan kapal dari KKP.
Beberapa orang di dalam forum itu lalu serempak menjawab belum menerima pesanan kapal dari KKP.
“Kan aneh enggak masuk akal. Uangnya sudah saya keluarkan, ordernya enggak ada,” kata Purbaya.
Purbaya pun mempertanyakan apakah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) atau Kementerian Perindustrian kurang aktif sehingga belum ada pesanan kapal dari KKP.
“Kenapa KKP belum order ke sana, kan kami mendorong pertumbuhan ekonomi, uangnya sudah saya anggarin,” ujar Purbaya.
Dia pun mengaku rugi akan hal itu.
“Rugi saya Pak, utang-utang dialokasikan enggak dipakai,” lanjut dia.
Trenggono pun gerah dengan Purbaya terkait dana pembelian kapal. Bahkan, pernyataan tersebut diungkap di media sosial, bukan bertemu muka.
Dia mengaku tidak mengerti dana proyek pembangunan kapal yang dimaksud Purbaya.
“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK, dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono, dalam keterangannya, Selasa (10/2).