Saling Kunci Gerindra-PKS di Perebutan Kursi Wakil Gubernur DKI
Pertemuan pengurus DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dan DPW PKS DKI Jakarta di kantor DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/11) sore. Foto: MP/Asropih
MerahPutih.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra masih belum menemukan kata sepakat soal pengganti Sandiaga Salahuddin Uno di kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah saat ini partai Gerindra masih setengah hati memberikan kursi orang nomor dua di ibu kota kepada PKS. Gerindra juga dinilai sengaja terus mengulur-ngulur waktu.
"Kelihatannya gerindra setengah hati memberikan peluang Wagub kepada PKS," kata Trubus kepada Merahputih.com, Senin (14/1).
Pasalnya, PKS memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga setengah hati. "Jadi ini kan simbiosis mutualisme. Kamu begitu, ku balas begitu, kira-kira begitu lah," tuturnya.
Trubus tak memungkiri akan ada skenario bahwa Sandiaga akan kembali menduduki kursi DKI 2 bila Prabowo-Sandi gagal di Pilpres 2019. "Karena memang yang cocok menjadi wagub itu dari Gerindra," ucapnya singkat.
Belum lagi tiga nama calon Wagub yang dimunculkan PKS dinilai tidak cocok menduduki orang nomor dua di Jakarta. Sebab, ketiganya tidak memiliki rekam jejak yang jelas.
Ketiga kandidat PKS itu yakni Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Agung Yulianto.
"Ya seharusnya posisi itu harusnya Gerindra, karena anies sendiri bukan Gerindra. Ya sandi akan balik lagi ya sangat mungkin," tutupnya.
Paling baru, PKS-Gerindra kembali gagal bertemu bahas Cawagub. Pertemuan yang direncanakan Senin (14/1) sore batal digelar. Sedianya, pertemuan direncanakan dilakukan bersama dengan tim seleksi uji kelayakan dan kepatutan.
Dimana, Partai Gerindra, dalam tim seleksi itu mengutus Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif dan peneliti senior LIPI Siti Zuhro. Kemudian PKS mengutus Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UI Eko Prasojo dan pengamat politik Ubedilah Badrun.
"Rencana rapat koordinasi antara pimpinan PKS dengan Gerindra DKI Jakarta bersama Tim Panelis Fit & Proper Test yang sedianya akan dilaksanakan pada hari Senin ini, pukul 18.30 ditunda," kata Humas DPW PKS DKI, Zakaria.
Zakaria menjelaskan, alasan keduanya batal bertemu karena sejumlah Pimpinan Gerindra DKI Jakarta ada kegiatan di luar kota. Pembatalan disampaikan Gerindra DKI pada Minggu (14/1).
Sebelumnya, PKS dan Gerindra telah menggelar pertemuan di kantor Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/2) lalu. Dalam pertemuan itu keduanya sudah menyepakati jadwal pertemuan kembali terkait percepatan pemilihan sosok pengganti Sandiaga Uno.
"Sudah diungkap tadi, 14 Januari akan ada rakor panelis dengan pimpinan partai," Kata Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif di kantor DPW PKS, Kemayoran, Jakarta. Rabu (9/1). (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Pengamat Ungkap Dampak Kepala Daerah Dipilih DPRD, hanya Partai Penguasa yang Bisa Tentukan Arah dan Picu Kompromi Politik
Ikuti Jejak Golkar, Gerindra Usulkan Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Ketua DPC Solo Terang-terangan Tolak Rencana Budi Arie Mau Masuk Gerindra
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Di Hadapan Kader Gerindra, Prabowo Tekankan Pemimpin Sejati Harus Paham Arah Bangsa, Bukan Sekadar Punya Rasa Suka atau Tidak Suka
Sekjen Gerindra Dukung Usulan Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Legislator Gerindra Tuntut KAI Tutup Perlintasan Sebidang yang tak Penuhi Standar