Saipul Jamil itu Kelainan Seksual atau LGBT ?

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 19 Februari 2016
Saipul Jamil itu Kelainan Seksual atau LGBT ?

Saipul Jamil saat menerima sebuah penghargaan di musik dangdut (foto: FB Saipul Jamil

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Artis - Penangkapan dan penahanan Saipul Jamil terkait kasus dugaan pencabulan anak bawah umur, Kamis (18/2) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Selatan menyingkap tabir rahasia kehidupan pedangdut yang akrab disapa Ipul tersebut.

Di kalangan awak media hiburan, kasus dugaan pencabulan terhadap bocah remaja DS (17) tak lebih dari bom waktu. Iya, bom waktu atas gejala penyimpangan seksual Saipul Jamil. Sebelum kasus ini, kasak-kusuk 'ketidaknormalan' orientasi seksual Saipul Jamil beredar terbatas dan hanya orang-orang tertentu yang tahu.

Kasus perceraiannya dengan Dewi Perssik nyaris saja menguak penyimpangan itu, andai saja Dewi Perssik dalam keterangannya kepada media waktu itu menjelaskan pernyataannya bahwa Saipul Jamil menikahinya hanya demi status semata. Sayang sekali, Dewi Perssik akhirnya hanya mengungkapkan hal itu sebagai fakta di persidangan cerai mereka. Penyimpangan itu luput dari publikasi media massa. Belakangan, Dewi Perssik dalam testimoni kepada media pada Kamis (18/2) di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyatakan selama menikah dengan Saipul Jamil dirinya tak pernah 'disentuh'.

Saipul Jamil saat jadi komentator dan juri D'Academy Indosiar (Foto: FB Saipul Jamil)

Benarkah Saipul Jamil tidak normal?

Ciri khas 'melambai' Saipul Jamil sebetulnya sudah terdeteksi sejak lama. Pertama kali terjun ke dunia hiburan bersama boyband dangdut G4UL jelas terlihat perbedaan Ipul dari ketiga temannya. Saipul Jamil tampak lebih menonjol dari personel lain baik dari segi gerak-gerak dan penampilannya. Bahkan dalam beberapa hal, Ipul agak berbeda dari teman-temannya.

Kendati demikian, penampilan Saipul Jamil masih dianggap normal karena dikaitkan dengan alasan demi karakternya dalam boyband G4UL. Lama-kelamaan sejumlah kejanggalan mulai terjadi. Contohnya, ketika make up untuk tampil dalam sebuah acara, Saipul Jamil butuh waktu lebih lama dari personel G4UL lainnya. Belum lagi gerak-geriknya agak dominan 'kemayu' dibanding Eka cs meski Ipul coba menutupinya dengan suaranya yang 'terkesan' masih laki-laki kebanyakan.

Bersama G4UL, ketidaknormalan Saipul Jamil sulit disembunyikan. Sorotan media dan derasnya pemberitaan seperti 'menelanjangi' ketidaknormalan Saipul Jamil. Meski depan kamera Saipul berlaku normal namun sukar ditutupi. Beruntungnya karena Saipul Jamil tidak rese dengan ketidaknormalannya, awak mediapun ogah mengkutak-katik hal itu. Biarlah Ipul dengan dunianya yang penting tidak mengusik orang lain, begitu prinsip sekaligus kesepakatan tak tertulis antara awak media.

Dewi Perssik dan Saipul Jamil (Foto: Repro merahputih.com)

Nikahi Dewi Perssik dan Kejutan 'Ingin Normal'

Kehidupan Saipul Jamil beralih tampak normal manakala tahun 2005, ia menikahi Dewi Perssik. Sebagian percaya bahwa dengan menikah, Ipul ingin kembali normal. Sementara yang lain meski tak bermaksud untuk berprasangka buruk menuding pernikahan itu hanya demi status. Biar Ipul tidak dianggap melambai.

Perkawinan Dewi Perssik dan Saipul Jamil bertahan tiga tahun. Tahun 2008, Dewi Perssik mengajukan gugatan cerai dengan alasan tidak ada lagi kecocokan. Hoalah, ketidakcocokan itu cuma alasan umumnya saja. Alasannya khususnya tidak dibeberkan Dewi Perssik. Beberapa orang dekat sempat mendengar curhat Dewi Perssik terkaget-kaget, karena Depe secara blak-blakan mengakui dirinya tak pernah dinafkahi secara biologis.

Nafkah biologis, hmm sepertinya sudah jelas kemana maksud Dewi Perssik. Seorang jurnalis pria dengan semangat gossipers menukas ucapan Depe dengan menyatakan, bahwa pernah tangannya dielus-elus Saipul Jamil sampai ketakutan dan cepat-cepat pamitan. Idih... geli gua, tobat deh wawancarain Ipul, demikian kisahnya.

Saipul Jamil saat memberikan komentar kepada kontestan D'Academy (Foto: FB Saipul Jamil)

Saipul Jamil LGBT?

Dari pengakuannya kepada polisi saat menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Utara, Saipul Jamil mengaku khilaf melakukan pelecehan seksual terhadap DS (17). Pernyataan ini diungkapkan setelah DS memberikan bukti berupa air liur Ipul di area sekitar maaf, kemaluannya kepada polisi. Orang normal pasti langsung menarik kesimpulan jelas dan terang benderang dari pengakuan serta bukti tersebut.

Kaum gay dan homoseksual punya kecenderungan tertarik dengan sesama jenis. Selain itu, kaum ini juga berhubungan seks dengan kaumnya yang lebih muda atau 'laki'. Kadang mereka juga bisa menyembunyikan ketidaknormalannya melalui pernikahan. Pakar psikoanalisis Sigmund Freud menyebut homoksesual sebagai penyimpangan alias patologi seks. Hal itu dipengaruhi masa lalu yang pahit dan faktor lingkungan.

Kembali ke masalah Saipul Jamil, dari perjalanan hidup dan karirnya terpampang jelas ada ketidaknormalan. Kebiasaan 'melambai' dan orientasi seksualnya yang menyimpang butuh therapi serius. Bukan hanya melalui pernikahan tapi juga perlu peran maksimal orang-orang disekitarnya. Lingkungan Ipul yang berhamburan kata-kata eike, cyiin dan booow seperti mempertegas 'cacat' yang selama ini mengendap didalam alam bawah sadarnya. Kalau dibiarkan ya terjadilah seperti yang diplesetkan orang-orang selama ini, Saipul is beautipul :)

BACA JUGA:

  1. Ketua KPAI: Saipul Jamil Bisa Kena Pasal Berlapis
  2. Kuasa Hukum: Saipul Jamil Normal, Ada Pacarnya Kok
  3. Depe Tidak Terkejut Saipul Jamil Ditangkap
  4. KPAI Sebut Saipul Jamil 'Sakit'
  5. Saipul Jamil Digelandang ke BNN
#Dewi Perssik #Kasus Pencabulan Bocah DS #LGBT #Kelainan Seksual #Saipul Jamil
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Pengetatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama melalui audit berkala pada sistem perlindungan anak dan mekanisme pengaduan internal juga menjadi poin mendesak
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Indonesia
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Menteri PPPA menekankan bahwa kekerasan dalam relasi pengasuhan adalah pelanggaran berat yang merusak masa depan anak serta mencederai institusi keagamaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Indonesia
Skandal Seksual Santriwati Pati Bikin Heboh, LPSK dan Komnas HAM Didesak Segera Turun Tangan
Investigasi independen dari lembaga terkait diharapkan mampu mengungkap fakta secara transparan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mencegah kasus serupa di lingkungan pendidikan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Skandal Seksual Santriwati Pati Bikin Heboh, LPSK dan Komnas HAM Didesak Segera Turun Tangan
Indonesia
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Pati Terbongkar, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Satgas
Legislator asal Dapil Jawa Barat III ini mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren. Satgas tersebut nantinya melibatkan Kementerian Agama, KemenPPPA
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Pati Terbongkar, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Satgas
Indonesia
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Habib Syarief menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aksi asusila terus merusak marwah dunia pendidikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Indonesia
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Budi menegaskan kepolisian siap memproses hukum jika pihak korban memutuskan untuk menempuh jalur pidana
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Indonesia
Buntut Kasus Dugaan Peleceha Seksual di FH UI, UU TPKS Harus Segera Masuk Kurikulum Pendidikan
Ia menolak keras praktik menyalahkan korban (victim blaming) yang seringkali memperparah trauma
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Buntut Kasus Dugaan Peleceha Seksual di FH UI, UU TPKS Harus Segera Masuk Kurikulum Pendidikan
Indonesia
Skandal FH UI Memanas, Komnas Perempuan Tolak Kasus Pelecehan Berakhir Damai
Devi menyesalkan terjadinya kekerasan di institusi pendidikan yang seharusnya menjadi ruang publik aman dan setara
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Skandal FH UI Memanas, Komnas Perempuan Tolak Kasus Pelecehan Berakhir Damai
ShowBiz
Akhirnya Pixar Buka Alasan Hapus Alur LGBT Film Elio, Tak Mau Tanggung Biaya Terapi
Pixar terpaksa merombak alur cerita Film Elio meski sebagian besar animasi sudah selesai
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
Akhirnya Pixar Buka Alasan Hapus Alur LGBT Film Elio, Tak Mau Tanggung Biaya Terapi
Indonesia
Predator Seksual Berkedok Guru di Pasar Rebo Incar Banyak Korban, Diawali Lewat Chat Mesum
Penyelidikan awal mengungkap bahwa dugaan pelecehan ini dilakukan secara terorganisir melalui grup WhatsApp antar-oknum guru
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Februari 2026
Predator Seksual Berkedok Guru di Pasar Rebo Incar Banyak Korban, Diawali Lewat Chat Mesum
Bagikan