Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Ukraina
azprom adalah perusahaan gas negara milik Rusia. (Foto: Rusia Insider)
MerahPutih Eropa - Perusahaan gas Rusia, Gazprom, mengonfirmasi bahwa mereka telah hentikan pasokan gas ke Ukraina karena ada masalah dalam pembicaraan harga. Masalah ini muncul sehari setelah perusahaan energi Ukraina, Natfogaz umumkan penangguhan pembelian gas Rusia.
Pengumuman ini datang setelah adanya pembicaraan yang bertujuan untuk menjaga pasokan gas selama tiga sampai enam bulan di uni Eropa. Gazprom mengatakan bahwa penghentian ini karena Ukraina tidak memberikan uang muka untuk pengiriman bulan Juli.
Menurut CEO Gazprom, Alexei Miller, penghentian pengiriman ke Ukraina dilakukan pada hari Rabu (1/7) pada pukul 10.00 waktu setempat. "Gazprom tidak akan menyalurkan gas ke Ukraina dengan harga apapun tanpa prabayar," kata Alexei seperti dikutip BBC dari media Rusia.
Pada Selasa (30/6) Naftogaz menyatakan bahwa sejak perjanjian antara mereka dengan Gazprom berakhir pada 30 Juni, pengiriman dari Rusia ke Ukraina juga tidak akan disetujui pada pembicaraan trilateral kemarin(1/7) di Wina.
Baca juga:
Heboh, Bendera Mirip ISIS Muncul di Acara London Pride
Pesawat Jatuh di Atas Rumah, 3 Orang Tewas
Seorang Pria Gay Punya 10 Anak dari 9 Wanita Lesbian
Pelaku Teror di Pabrik Prancis Sangkal Aksinya Berlatar Agama
Bagikan
Berita Terkait
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
Ekor Patah Masih Nekat Terbang, Helikopter Pabrik Elektronik Penyuplai Militer Rusia Jatuh Tewaskan 5 Orang
AS Tidak Punya Penangkal Rudal Burevestnik Milik Rusia
Putin Umumkan Uji Coba Drone Poseidon Sukses, Rudal Nuklir Antarbenua Terkuat Rusia
DPR Sahkan UU Ekstradisi RI-Rusia