Rupiah Anjlok

Rupiah Terpuruk, Bank Indonesia Siapkan Paket Kebijakan Penyesuaian Suku Bunga

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 09 Mei 2018
Rupiah Terpuruk, Bank Indonesia Siapkan Paket Kebijakan Penyesuaian Suku Bunga

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari ini mendorong Bank Indonesia mengambil kebijakan moneter yang tegas dan konsisten.

Hingga Rabu (9/5) kurs rupiah mencapai Rp14.073 per dolar AS. Nilai ini terhitung sebagai terendah sejak 2015. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan pihaknya sedang menyiapkan kebijakan moneter yang tegas, termasuk penyesuaian suku bunga kebijakan "7-day Reverse Repo Rate".

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu malam, Agus mengatakan BI sedang menyusun kebijakan moneter secara tegas dan konsisten, termasuk melalui penyesuaian suku bunga acuan. Dia juga menegaskan kini penyesuaian suku bunga acuan akan diprioritaskan untuk stabilisasi.

"Bank Indonesia juga tengah mempersiapkan langkah kebijakan moneter yang tegas dan akan dilakukan secara konsisten, termasuk melalui penyesuaian suku bunga kebijakan 7-day Reverse Repo Rate dengan lebih memprioritaskan pada stabilisasi," ujar Agus.

Gubernur BI Agus Martowardojo
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo saat konferensi pers pengumuman BI Rate di Gedung BI, Jakarta (Foto Antara/Widodo S Jusuf)

Suku bunga acuan BI saat ini sebesar 4,25 persen. Sudah dalam sembilan kali Rapat Dewan Gubernur bulanan, BI mempertahankan suku bunga acuan tersebut dengan arah kebijakan moneter yang bersifat "netral" dan "akomodatif".

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah menunjukkan tren depresiatif bahkan telah melewati level psikologis Rp14.000 per dolar AS. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) yang diumumkan BI pada Rabu ini, menunjukkan dolar dihargai Rp14.074 per dolar AS.

Sejak Januari hingga 8 Mei 2018, nilai tukar Rupiah melemah 3,44 persen (year to date). Namun, angka itu lebih baik dibandingkan Peso Filipina yang melemah 3,72 persen, Rupee India 4,76 persen, Real Brasil 6,83 persen, Rubel Rusia 8,93 persen, dan Lira Turki 11,51 persen.

Agus sebagaimana dilansir Antara mengatakan pelemahan rupiah karena menguatnya dolar AS secara luas terhadap seluruh mata uang, sehubungan dengan semakin solidnya ekonomi AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi di berbagai kawasan.

Gedung Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia. Foto: Ist

"Tekanan pada nilai tukar mata uang negara-negara maju lainnya juga besar. Indonesia telah mengalami beberapa tekanan yang cukup besar seperti saat ini dalam lima tahun terakhir sejak bank sentral AS melakukan program tapering off di tahun 2013," ujar dia.

Agus juga menegaskan BI sedang giat-giatnya menerapkan stabilisasi di pasar, termasuk dual intervensi di pasar valuta asing dan di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, BI juga mengoptimalkan berbagai instrumen operasi moneter valas dan Rupiah, seperti lelang Forex Swap untuk menjaga ketersediaan likuiditas Rupiah dan menstabilkan suku bunga di pasar uang.

Sebelumnya, secara terpisah Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSEKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) A. Tony Prasetiantono menilai Bank Indonesia perlu untuk segera menaikkan suku bunga menghadapi depresiasi rupiah terhadap dolar AS sekarang ini.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Tony mengatakan bahwa BI harus menyadari bahwa era tren suku bunga rendah sudah tidak bisa dilanjutkan.

Ekonom UGM A Tony Prasetiantono
Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSEKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) A. Tony Prasetiantono (Foto: Screenshot youtube)

Ia menjelaskan bahwa sekarang ini hampir seluruh dunia sudah meninggalkan zona suku bunga rendah. Apabila tidak segera direspons, cadangan devisa akan semakin terkuras.

"Hal tersebut secara psikologis akan membuat pasar makin grogi. BI harus cepat menaikkan suku bunga, mau 25 atau 50 basis poin silakan," kata Tony.

Ekonom UGM ini berpendapat bahwa penaikan suku bunga dapat dilakukan di 25 basis poin untuk kemudian dievaluasi lagi setelahnya meskipun hal tersebut belum cukup.

"Pelemahan ini sudah terjadi cukup lama, respons masih kurang cepat sehingga mungkin kebutuhannya agak besar. Cuma kalau langsung 50 basis poin saya khawatir bisa menimbulkan efek psikologis kurang baik sehingga kontraproduktif," ucap Tony.

Mata uang Rupiah
Uang tunai siap edar (foto Setkab)

Meskipun tidak ada jaminan bahwadengan kenaikan suku bunga kemudian mampu memperkuat rupiah, lanjut Tony, minimal upaya tersebut bisa berusaha mengurangi beban pada cadangan devisa.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (9-5-2018) sore, bergerak melemah sebesar 30 poin menjadi Rp14.073 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.043 per dolar AS.

Tony menilai posisi rupiah di level Rp14 ribu terhadap dolar AS mengandung aspek psikologis yang harus dijaga.

Ia menilai posisi Rp14 ribu tersebut merupakan level yang seharusnya jangan sampai terlampaui.

"Karena pasar melihat situasi sudah seperti 1998. Padahal, kalau pelemahan rupiah dilihat perbandingannya dengan negara lain, Indonesia masih oke, dibandingkan misalnya Argentina," pungkas Tony Prasetiantono.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Deputi Bank Indonesia Yakin Pertumbuhan Ekonomi Berpeluang Lebih Tinggi

#Gubernur Bank Indonesia #Agus Martowardojo #Rupiah Anjlok #Kurs Rupiah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum, Bisa Dipakai Transaksi QRIS
Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel atau masyarakat umum.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum, Bisa Dipakai Transaksi QRIS
Indonesia
Purbaya Tegaskan Bisa Kerja Bareng Destry Damayanti
Kinerja calon tunggal Gubernur BI Destry Damayanti bagus, apalagi keduanya juga sempat bekerja sama ketika Menkeu Purbaya menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
 Purbaya Tegaskan Bisa Kerja Bareng  Destry Damayanti
Indonesia
Rupiah Ngamuk Cuma Sehari, Selasa Ditutup Loyo Anjlok 106 Poin Tembus Rp 17.861 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.861 per dolar AS setelah harapan pembukaan Selat Hormuz pupus akibat konflik Iran-AS.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Rupiah Ngamuk Cuma Sehari, Selasa Ditutup Loyo Anjlok 106 Poin Tembus Rp 17.861 per Dolar AS
Indonesia
7 Tahun di BI, Destry Damayanti Dinilai Belum Miliki Terobosan
Pengalaman panjang Destry di dalam BI justru menjadi alasan publik perlu melihat lebih jauh gagasan baru yang ditawarkannya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
7 Tahun di BI, Destry Damayanti Dinilai Belum Miliki Terobosan
Indonesia
Surpres Prabowo Mendarat di DPR, Destry Damayanti Siap Pegang Kendali Bank Indonesia
Pengalaman komprehensif mulai dari akademi, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga bank sentral menjadi modal utama memimpin BI
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Surpres Prabowo Mendarat di DPR, Destry Damayanti Siap Pegang Kendali Bank Indonesia
Indonesia
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Laporan resmi Bank Indonesia mencatat angka IKK periode Juli 2026 berada pada posisi 116,8, menurun dari capaian 117,8 pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Berita
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Presiden Prabowo mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI ke DPR. Ini profil dan proses penetapan Gubernur BI definitif.
ImanK - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Indonesia
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Pergerakan cerah ini juga diikuti oleh deretan saham unggulan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Mengenai kemungkinan nama Destry Damayanti yang akan diajukan menjadi Gubernur BI definitif, Prasetyo menegaskan keputusan itu hanya Presiden yang tahu.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Indonesia
Syarat Gubernur BI Baru Wajib 'Merah Putih', Plt Destry Damayanti Masuk Kriteria Tidak?
Mensesneg tidak menjelaskan lebih lanjut makna dari kriteria Gubernur BI baru 'Wajib Merah Putih' yang dimaksud secara detail kepada awak media.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Syarat Gubernur BI Baru Wajib 'Merah Putih', Plt Destry Damayanti Masuk Kriteria Tidak?
Bagikan