MerahPutih.com - Pada akhir perdagangan Selasa (19/3) sore, kurs rupiah melemah 27 poin atau 0,17 persen menjadi Rp15.718 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.691 per dolar AS.
Tergelincirnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini tidak lepas dari faktor jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Rabu (20/3) besok.
Baca juga:
Rupiah Awal Maret Ditutup Menguat, Dipicu Rilis BPS dan Turunnya Inflasi AS
"Untuk RDG BI, pasar expect (memperkirakan) BI mempertahankan BI-Rate di 6 persen," kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/3).
RDG BI Bulanan membahas rekomendasi dan penetapan kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dalam satu bauran kebijakan.
Di sisi lain dilansir dari Antara, pasar juga menunggu langkah beberapa bank sentral utama di dunia, yakni bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) terutama terkait arah kebijakan suku bunga acuan.
Baca juga:
Rully menambahkan, ada potensi BoJ mulai akan melakukan normalisasi dari kebijakan suku bunga negatif, kemungkinan bisa dinaikkan dari -0,1 persen menjadi 0,1 persen.
Sementara, suku bunga kebijakan The Fed diproyeksikan masih akan tetap bertahan di level 5,5 persen. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turun ke level Rp15.712 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.672 per dolar AS. (*)
Baca juga: