Kesehatan Mental

Rumah Bersih dan Rapi Tingkatkan Kesehatan Mental

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 15 Februari 2022
Rumah Bersih dan Rapi Tingkatkan Kesehatan Mental

Studi ilmiah sering menemukan korelasi antara kesehatan mental dan ruangan yang berantakan. (Foto: Pexels/Charlotte May)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA beberapa gejala depresi sudah diketahui dengan baik: lesu, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu dianggap menyenangkan, keputusasaan, dan kesedihan yang mendalam. Namun, ada tanda-tanda peringatan depresi lainnya yang mungkin tidak kamu sadari: tumpukan piring kotor di wastafel; setumpuk cucian yang tidak dilipat yang telah kamu cuci beberapa hari yang lalu; kardus, bungkus, dan sampah lain menghiasi rumahmu yang acak-acakan.

Rumah dan kamar seseorang memang kadang berantakan, tetapi ketika disorganisasi yang intens disertai dengan gejala stres yang tinggi, kecemasan, kelelahan, atau depresi, itu sering menjadi indikator bahwa kamu mungkin sedang berjuang dengan kesehatan mentalmu.

Baca juga:

Makanan Bergizi Bantu Ringankan Kecemasan

Tidak heran jika kesehatan mental yang kurang ideal seringkali dapat menyebabkan lingkungan yang tidak teratur. Menurut DSM-5, buku pegangan yang digunakan oleh para profesional kesehatan mental untuk memandu diagnosis mereka, kriteria untuk depresi termasuk motivasi dan minat yang berkurang dalam aktivitas, gerakan fisik yang lambat, kehilangan energi, dan keragu-raguan. Semua hal yang disebutkan itu biasanya berguna untuk menjaga rumah atau kamarmu tetap bersih dan teratur.

Rumah Bersih dan Rapi Tingkatkan Kesehatan Mental
Kolerasi kesehatan mental dengan kondisi ruangan yang bersih dan rapi seperti dilema ayam atau telur. (Foto: freepik/tirachardz)

Studi ilmiah sering menemukan korelasi antara kesehatan mental dan ruangan yang berantakan. Misalnya, satu studi 2016 dari University of New Mexico menemukan bahwa tempat yang berantakan secara langsung mengganggu kemampuan peserta untuk merasakan kesenangan di suatu ruang.

Dan bagian yang sulit adalah, jika kamu bergulat dengan kesehatan mental, tetapi masih menginginkan rumah yang bersih dan teratur, seringnya kamu akan terjebak dalam lingkaran setan, sesuatu yang Natalie Christine Dattilo, PhD, psikolog kesehatan klinis dan instruktur psikiatri di Harvard Medical School, menyebut dilema ayam atau telur.

"Studi terbaru menunjukkan bahwa kekacauan di rumah kita dikaitkan dengan tingkat kortisol yang lebih tinggi [hormon stres kita], tetapi masih belum jelas mana yang lebih dulu," katanya seperti diberitakan Real Simple.

"Apakah ketika kita sedang stres, kemampuan kita untuk menjaga rumah yang tertata dengan baik menjadi terganggu? Atau apakah ketika rumah kita berantakan, itu membuat kita merasa lebih stres, kewalahan, dan cemas?" ujarnya.

Dia percaya itu adalah kombinasi dari keduanya, stres tinggi mencegah kita mengatur rumah kita, tetapi kekacauan itu sendiri juga dapat menyebabkan stres.

Baca juga:

Menekuni Hobi, Kunci Jaga Kesehatan Mental saat Pandemi

Shira Gill, pakar pengorganisasian dan penulis Minimalista, berpendapat bahwa kekacauan lebih dari sekadar mengambil beban emosional dalam pikiran, secara tidak langsung memengaruhi area lain dalam kehidupan.

Dia mengatakan, kekacauan juga dapat menyebabkan ketegangan hubungan, bersama dengan tekanan keuangan, yang dapat mencakup biaya keterlambatan pada tagihan yang hilang dan pengeluaran berlebihan dengan membeli kunci duplikat. Kekacauan juga dapat mengalihkan perhatianmu untuk fokus pada prioritas lain.

Rumah yang bersih dan teratur

Rumah Bersih dan Rapi Tingkatkan Kesehatan Mental
Rumah yang diatur dengan baik dapat menciptakan seluruh manfaat kesehatan mental. (Foto: freepik/tirachardz)

Para ahli sepakat bahwa ruang yang rapi dan teratur dapat meningkatkan kesehatan mental. Gill mengatakan bahwa rumah yang diatur dengan baik dapat menciptakan seluruh manfaat kesehatan mental, yang dapat mencakup rasa kejelasan dan kontrol, peningkatan kualitas hidup, peningkatan rasa percaya diri, peningkatan produktivitas, suasana tenang, dan lebih banyak lagi.

Merapikan ruangan membutuhkan waktu dan komitmen. Di sisi lain, membersihkan diri mungkin terasa seperti upaya yang sangat manusiawi, tetapi ketahuilah bahwa meskipun hanya dengan mencuci piring, hal itu dapat memberikan hasil yang besar bagi jiwamu.

"Membereskan ruangan membutuhkan pengambilan keputusan, regulasi emosi, prioritas, dan kesabaran. Kamu menerima isyarat penting tentang bagaimana melakukannya dengan apa kamu lakukan, dan ketika kamu mempertahankan rumah yang terorganisir, kamu memperkuat pesan bahwa kamu sepadan dengan waktu, usaha, dan latihan yang diperlukan untuk tinggal di lingkungan yang dirawat. dan ruang yang dikuratori. Dengan cara yang sama seperti ruang yang berantakan dapat membuat kita merasa kewalahan dan cemas, ruang yang tertata dengan baik dan rapi dapat membuat kita merasa tenang dan aman," jelas Dattilo. (aru)

Baca juga:

Tips untuk Bantu Jaga Kesehatan Mental dari Rumah selama Pandemi

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan