Ribuan Warga Eks Timtim Serbu Kantor Gubernut NTT Tuntut Kesejahteraan

Eddy FloEddy Flo - Senin, 25 September 2017
Ribuan Warga Eks Timtim Serbu Kantor Gubernut NTT Tuntut Kesejahteraan

Warga eks Timtim berunjuk rasa di depan kantor Gubernur NTT (Foto: MP/Naldy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sekitar dua ribuan massa warga eks Timor Timur (Timtim) menduduki alun-alun kantor gubernur NTT, Senin (25/9) siang. Mereka datang menuntut kesejahteraan sebagai warga Negara Indonesia yang telah di janjikan kepada mereka dalam mempertahankan NKRI.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut Kepastian politik dari pemerintah Indonesia terkait status kewarganegaraan warga eks Provinsi Timor Timur yang hingga kini belum di penuhi pemerintah Indonesia.

Ketua UNTAS, Eurico Guteres mengatakan sebagai warga negara yang tetap mempertahankan NKRI, sudah seharusnya mendapat kesejahteraan sesuai yang pernah dijanjikan pemerintah Indonesia, namun hingga saat ini tidak pernah direalisasikan, karenanya dengan kekuatan penuh mereka untuk menuntut hak-hak mereka yang pernah dijanjikan.

Dengan tegas mantan Ketua DPW PAN NTT itu mengatakan jika hari itu pemerintah Indonesia tidak memberikan tanggapan yang serius dan jelas, maka mereka akan kembali menduduki kantor Gubernur NTT selama berminggu-minggu dengan masa yang lebih banyak lagi.

"Jika hari ini tidak ada kejelasan maka kami akan terus menduduki kantor Gubernur ini selama seminggu dan saya akan kerahkan lebih banyak masa lagi, " tegasnya.

Dia berharap pemerintah Provinsi NTT dapat menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden Jokowi agar memberikan mereka keputusan yang jelas dan pasti terkait kesejahteraan mereka yang tidak pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia.

Gubernur NTT, Frans Leburaya menerima para pengunjuk rasa di ruang kerjanya dan mengatakan dirinya akan segerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar aspirasi dan semua tuntutan yang disampaikan warga eks Timtim dapat disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Hari ini saya mendapat delapan tuntutan dari saudara kita warga eks Timtim. Dan ini akan kami sampaikan kepada bapak Presiden, sambil kita menunggu informasi lanjutan dan bapak Presiden terkait respon dari tuntutan yang ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku, " ungkapnya.

Untuk diketahui dalam demo tersebut warga eks Timtim menuntut delapan hal yakni:

1. Kepastian politik dari pemerintah Indonesia terkait dengan status kewarganegaraan warga eks Provinsi Timor Timur yang tetap mempertahankan keindonesiaannya.

2. Kepastian hukum dari pemerintah indonesia terkait dengan 403 orang yang namanya masuk dalam daftar serious crime terkait dengan pelanggaran ham berat saat jajak pendapat Timor Timur Tahun 1999.

3. Pemberian kompensasi kepada 13.000 pejuang integrasi Timor Timur termasuk para janda dan yatim piatu yang tetap setia kepada NKRI.

4. Pemberian piangam pengharagaan kepada 13.000 pejuang integrasi Timor Timur yang tetap setia kepada NKRI.

5. Pemberian pengharagaan yang sepantasnya kepada anggota TNI, POLRI dan PNS eks Provinsi Timor Timur.

6. Memberikan kemudahan kesempatan bagi putra-putri pejuang integrasi Timor Timur untuk menjadi anggota TNI, POLRI dan PNS.

7. Minta kepada pemerintah indonesia untuk menyelesaikan aset-aset warga negara Indonesia yang tertinggal di seluruh wilayah Timor Leste.

8. MeMinta kepada pemerintah Indonesia untuk memindahkan jasad para phalawan Indonesia yang gugur di Timor Timur ke wilayah hukum Indonesia.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Naldy, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Kupang dan sekitarnya.

Ikuti berita menarik dari Nusa Tenggara Timur dalam artikel: Gubernur NTT: Penduduk Miskin Terus Menurun

#Timor Leste #Nusa Tenggara Timur (NTT) #Aksi Unjuk Rasa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut demo 28 Oktober berlangsung tertib. Tak ada laporan kerusakan fasilitas publik dan pembersihan selesai pukul 02.00.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Indonesia
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
RUU itu bertujuan mengatur "ganti rugi atas kerusakan akibat kekerasan atau perusakan yang dilakukan di ruang publik serta pemulihan kerugian."
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
Indonesia
Ada 53 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan
Polda Metro Jaya mencatat 77 kegiatan di Jakarta pada 28 Oktober 2026, termasuk 53 aksi penyampaian aspirasi. Pengamanan dan rekayasa lalu lintas dilakukan situasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada 53 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan
Indonesia
Aksi Unjuk Rasa di Jakarta 28 Oktober, Ini 4 Kawasan yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Sebanyak 14.324 personel gabungan mengamankan aksi di Jakarta pada 28 Oktober 2026. Simak empat kawasan yang diantisipasi padat dan imbauan bagi pengendara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Aksi Unjuk Rasa di Jakarta 28 Oktober, Ini 4 Kawasan yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Indonesia
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 60 petugas untuk membantu mengatur lalu lintas selama aksi unjuk rasa di enam kawasan Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan di area unjuk rasa.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Bagikan