MerahPutih.com - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkoreksi menurun setiap periode. Demikian dikatakan Gubernur NTT Frans Leburaya saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka memperingati HUT RI ke-72 di Kupang, Rabu (16/8).
Menurutnya, data pada Maret 2016 penduduk miskin di NTT sebesar 22,19 persen, pada bulan September 2016 menurun menjadi 22,01 persen dan di periode Maret 2017 kembali mengalami penurunan sebesar 21,85 persen.
Dijelaskannya bahwa faktor penyebab menurunnya angka penduduk miskin di NTT antara lain inflasi kelompok bahan makanan sebesar 5,78 persen pada periode September 2016 sampai Maret 2017.
Faktor lain yang turut mendorong menurunnya angka kemiskinan itu adalah bertambahnya jumlah penduduk pengangguran terbuka pada Februari 2017 sebesar 3,21 persen dan rendahnya penerimaan beras sejahtera (rastra).
"Bulan Januari 2017 kemarin penerimaan raskin 2,01 persen dan ini menurun pada periode Februari 2017 hanya sebesar 0,30 persen," ungkapnya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Naldy, kontributor merahputih.com untuk wilayah Sumba dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Mensos Khofifah: Kemiskinan Pedesaan Jatim Istikamah Nomor Satu