MerahPutih.com - Polda Metro Jaya menyiagakan ribuan personel gabungan guna mengawal demonstrasi yang akan dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia alias BEM SI.
Personel gabungan tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, juga unsur dari pemerintah daerah.
"Sekitar 8.000 lebih personel itu gabungan TNI-Polri dan pemda," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (16/10).
Baca Juga
Mengapa Justru Pelajar Paling Banyak Ditangkap Saat Kerusuhan?
Yusri menyebut, selain menyiagakan 8.000 personel, ada juga personel cadangan yang telah disiapkan. Di mana jumlah personel cadangan yang disipakannsekitar 10 ribu personel. Mereka yang cadangan ada di Polda Metro Jaya dan kawasan Monumen Nasional.
"Serta personel cadangan sebanyak 10.000," katanya.
Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wiraga Dimas Tama menuturkan, dari Polres ada ratusan anggota bantuan yang dikerahkan.
"Dari kami ada 300 personel," jelas Wiraga.
Terkait tuntutan massa aksi, diketahui setidaknya ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan. Yang pertama mendesak Presiden untuk mengeluarkan PERPPU.
Kedua, mengecam tindakan Mendikbud beserta Dirjen Dikti yang telah mengintervensi kebebasan akademik dan hak menyatakan pendapat Civitas Akademika melalui Surat Imbauan No.1035/E/KM/2020 perihal Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja.
Baca Juga
Pelajar Rusuh yang Diciduk Gegara Tolak UU Ciptaker Dipastikan Bisa Dapat SKCK
Dan, yang ketiga adalah mengecam tindakan represif aparatur negara terhadap peserta aksi, mahasiswa dan aktivis. (Knu)