Retinol dan Vitamin C Digunakan Bersamaan, Berbahayakah?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 21 September 2022
Retinol dan Vitamin C Digunakan Bersamaan, Berbahayakah?

Skincare merupakan produk yang sudah menjadi makanan sehari-hari yang dibutuhkan banyak orang. (Pexels/andrea piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PRODUK populer pada perawatan kulit saat ini adalah vitamin C dan Retinol. Terutama untuk mengurangi bintik hitam dan juga garis halus. Keduanya sama-sama memiliki efek yang positif pada kulit.

Dikutip dari Byrdie, masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai retinol dan vitamin C. Apakah keduanya bisa digunakan bersamaan atau tidak? Namun, sebelumnya ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai retinol dan juga vitamin C.

Baca Juga:

Penelitian Terbaru Ungkap Cara Terbaik Minum Pil

kecantikan
Retinol menebalkan dermis. (Pexels/shiny diamond)


Apa itu Retinol?


Retinol merupakan turunan dari vitamin A yang sering digunakan sebagai produk perawatan kulit. Tujuannya untuk memperbarui sel kulit, melindungi kolagen dengan radikal bebas, dan mengencangkan lapisan kulit yang lebih dalam untuk mengurangi kerutan, garis halus, dan juga pori-pori kamu.

Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa retinol bisa membuat kulit menjadi tipis, namun sebenarnya retinol justru menebalkan dermis, lapisan kulit yang lebih dalam. Kemudian, tidak hanya memperbaiki garis dan kerutan, retinol juga meningkatkan hiperpigmentasi, mengobati jerawat, melembutkan bercak kasar, dan memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan. Retinol sering disalahartikan dengan retinoid. Perlu diketahui bahwa retinol sebenarnya merupakan jenis dari retinoid.

Baca Juga:

3 Mitos Keliru Soal Cara Menaikkan Berat Badan

cantik
Ada baiknya untuk menggunakan vitamin c di pagi hari dan retinol di malam hari. (Pexels/cottonbro)


Apa itu Vitamin C?


Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan kulit dengan menetralkan radikal bebas. Sifat antioksidan pada vitamin c juga membantu proses regeneratif alami kulit. Tidak hanya itu, vitamin c juga bisa membantu memperbaiki warna dan tekstur, meringankan bintik hitam, meningkatkan produksi kolagen, dan mencerahkan kulit kusam.

Vitamin C nyatanya memiliki beberapa efek yang tumpang tindih dengan retinol. Umumnya, dokter sering merekomendasikan retinoid kepada pasien yang mencari produk untuk meremajakan kulit. Namun dalam kasus dimana retinol bisa mengiritasi kulit, dokter akan merekomendasikan serum vitamin C sebagai alternatif. Sayangnya serum vitamin C tidak seefektif retinoid.


Penggunaan


Tidak ada masalah apabila kamu ingin menggunakan retinol dan vitamin C sebagai bagian dari rutinitas kulit kamu. Nyatanya, keduanya ini merupakan kombinasi yang baik menghambat penuaan. Tapi, kamu juga tetap harus berhati-hati saat menggunakan vitamin C dan retinol untuk menghindari risiko iritasi. Keduanya memang bisa dipakai bersamaan pada malam hari, namun, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, ada baiknya untuk menggunakan vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari. (yos)

Baca Juga:

Produk Kecantikan Mengandung Minyak Tidak Menghidrasi Kulit

#Kecantikan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan