Respons Jokowi Soal Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait pengumuman 53 menteri Kabinet Merah Putih yang disusun Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Jokowi semua menteri yang ditunjuk tersebut 100 persen hak prerogatif Presiden.
“Itu semuanya, 100 persen, hak prerogatif Presiden. Semuanya saya kira sudah lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang,” kata Jokowi pada awak media di kediamannya, Minggu (20/10).
Baca juga:
Menteri Perempuan di Kabinet Merah Putih: Meutya Hafid Masuk Masuk Daftar
Dikatakannya, siapapun yang telah dipilih itu pasti melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang, melalui kalkulasi-kalkulasi yang juga matang.
“Saya meyakini yang dipilih Pak Prabowo adalah (sosok) terbaik dari yang ada,” katanya.
Ditanya soal keterlibatan dalam pembentukan para menteri pembantu Presiden tersebut, ia menegaskan hak prerogatif Prabowo.
“Itu hak prerogatif Presiden (tidak terlibat sama sekali),” pungkasnya.
Baca juga:
Deretan Wamen di Kabinet Merah Putih: Giring Ganesha, Veronica Tan Hingga Fahri Hamzah
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan 53 menteri dan kepala badan yang bekerja di kabinet pemerintahannya di Istana Presiden Jakarta, Minggu (20/10) malam.
Prabowo menamai kabinet pemerintahannya sebagai Kabinet Merah Putih. Dalam pengumuman tersebut Prabowo didampingi oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
"Saya akan mengumumkan kabinet pemerintah Indonesia periode 2024-2029, koalisi kami, kami bernama Kabinet Merah Putih," kata Prabowo.
Ada 53 orang yang masuk menteri dan kepala badan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran lima tahun ke depan. (Ismail/Jawa Tengah).
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi