Kesehatan

Recharge Protein untuk Membentuk Otot Tubuh

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 16 Desember 2022
Recharge Protein untuk Membentuk Otot Tubuh

Dibutuhkan protein yang cukup untuk membangun massa otot. (Foto: Unsplash/Anastase Maragos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PROTEIN dan otot sudah menjadi dua sejoli yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, jika kamu ingin menambah massa otot, penuhi asupan protein harian dari sumber nabati maupun hewani. Protein juga dianggap sebagai nutrisi untuk recharge otot sehingga akan semakin cepat terbentuk.

Seperti dilansir Men's Health, protein adalah makronutrisi yang dibangun dari asam amino dan kemudian dirangkai menjadi sebuah rantai panjang. Beberapa dari rantai itu dapat dibuat oleh tubuh secara alami atau dikenal sebagai non-esensial. Beberapa di antaranya tidak dapat dibuat oleh tubuh atau disebut juga dengan asam amino esensial dan kamu perlu mendapatkannya dari makanan. Kamu bisa mengonsumsi sumber makanan seperti daging, kacang-kacangan, dan kedelai.

Setiap orang juga memiliki kebutuhan protein harian yang berbeda-beda. Menurut ahli gizi ilmu olahraga dan pendiri Performance Food, Dr Karen Reid, atlet atau binaraga membutuhkan sekitar 2 gram per kilogram berat badan. Jika berat badanmu 50 kilogram, maka asupan protein harian yang dibutuhkan yakni 100 gram protein.

Jumlah 100 gram protein mungkin tampak banyak. Namun, kamu bisa memperolehnya lewat beberapa makanan tinggi protein berikut ini.

Baca juga:

Recharge Destinasi Wisata Korea Selatan untuk Libur Akhir Tahun

Recharge Protein untuk Membentuk Otot Tubuh
Dada ayam salah satu makanan tinggi protein. (Foto: Unsplash/Philippe Zuber)

1. Telur

Telur merupakan contoh makaan tinggi protein yang murah dan mudah ditemukan. Dalam 100 gram telur terdapat kandungan protein sebanyak 12 gram. Tidak hanya mengandung protein, telur juga mengandng nutrisi lain seperti vitamin B12, vitamin A, serta selenium. Berkat kandungan nutrisinya tersebut, telur kerap dikonsumsi untuk menjaga berat badan, mempercepat proses penyembuhan, dan menjaga kesehatan jantung.

2. Dada ayam

Dada ayam ialah salah satu makanan tinggi protein yang cukup populer di kalangan binaragawan. Dalam 100 gram dada ayam terdapat sekitar 31 gram protein. Dada ayam juga memilki kandungan nutrisi lainnya, seperti kolin, selenium, dan vitamin B. Dada ayam dipilh karena tidak mengandung banyak kulit sehingga lebih sehat jika dibandingkan dengan bagian lainnya. Selain itu, dada ayam juga tergolong lebih murah ketimbang daging sapi.

Baca juga:

Recharge Kesehatan Tubuh dengan Nonton Film Horor

Recharge Protein untuk Membentuk Otot Tubuh
Jangan lupa diimbangi dengan olahraga. (Foto: Unsplash/Norbert Buduczki)


3. Daging tanpa lemak

Daging sapi tanpa lemak, seperti bagian has luar atau sirloin dan bagian panggul sapi atau gandik, biasanya masih mengandung sedikit lemak, tetapi kandungan proteinnya jauh lebih tinggi. Selain protein, daging sapi juga mengandung zat besi dan vitamin B yang berperan penting dalam mencegah anemia serta membentuk sel dan jaringan tubuh yang sehat.

4. Ikan dan makanan laut

Ikan merupakan salah satu pilihan makanan yang baik untuk mencukupi asupan protein. Beberapa jenis ikan, baik ikan air laut maupun ikan air tawar, diketahui kaya akan kandungan protein dan omega-3. Sebut saja yang cukup populer adalah ikan salmon. Dalam 100 gram ikan salmon terdapat kandungan 20 gram protein. Selain ikan salmon, makanan laut lain, seperti udang, cumi, dan gurita, juga kaya akan protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

5. Produk olahan susu

Susu, keju, dan yoghurt merupakan produk olahan susu yang tinggi kandungan protein sekaligus kalsium dan vitamin D. Untuk memaksimalkan asupan protein bagi kamu yang sedang membentuk massa otot, pilihlah produk olahan susu rendah lemak. Kamu juga bisa mengonsumsi susu tinggi protein dari berbagai merek. Biasanya dalam satu saset susu terdapat 25 hingga 27 gram protein. (and)

Baca juga:

Isi Daya Tren Fesyen dengan Produk Local Pride

#Kesehatan #Desember Charger Warga +62
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan