Ratusan Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Netanyahu Sebut 'Baru Permulaan'

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 19 Maret 2025
Ratusan Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Netanyahu Sebut 'Baru Permulaan'

Arsip - Foto udara menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur pasca serangan Israel yang berlanjut di Rafah, Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu Agency

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ISRAEL telah melanjutkan pertempuran penuh melawan Hamas di Jalur Gaza. Demikian ditegaskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (18/3) malam.

Dalam pernyataan video yang penuh tantangan, Netanyahu memperingatkan bahwa negosiasi hanya akan dilanjutkan di bawah serangan. “Ini baru permulaan,” katanya.

Komentar itu muncul setelah pesawat tempur Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap apa yang disebut militer sebagai sasaran Hamas di Gaza. Kementerian kesehatan yang dikelola Hamas menyebut lebih dari 400 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, dengan ratusan lainnya terluka.

Gelombang serangan ini menjadi yang paling berat sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari. Gencatan senjata yang rapuh hampir bertahan hingga sekarang, tapi gelombang serangan baru ini menunjukkan rencana untuk mengakhiri perang secara permanen mungkin sudah tidak ada lagi.

Serangan udara yang menghantam Beit Lahia, Rafah, Nuseirat, dan Al-Mawasi pada Selasa menghancurkan kedamaian relatif yang dinikmati warga Gaza sejak Januari. Setelah serangan, rumah sakit kembali dipenuhi korban luka.

Serangan terhadap Gaza ini dikecam Mesir, mediator dalam perundingan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Tamim Khallaf menyebut serangan udara tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata dan eskalasi yang berbahaya. "Saya terkejut perang dimulai lagi, tetapi pada saat yang sama, inilah yang kami harapkan dari Israel," kata Hael, seorang warga dari Jabalia al-Balad, kepada BBC Arabic.

Baca juga:

Israel Hentikan Gencatan Senjata, Serangan Baru Tewaskan Ratusan Warga Gaza



Para tokoh penting Hamas, termasuk Mayor Jenderal Mahmoud Abu Watfa, Wakil Menteri Dalam Negeri Gaza dan pejabat keamanan tertinggi Hamas, tewas dalam serangan udara tersebut.

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan Israel telah berusaha untuk bernegosiasi dengan Hamas untuk membebaskan sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Dia menuduh Hamas menolak proposal-proposal tersebut.

Israel dan Hamas telah berbeda pendapat tentang bagaimana melanjutkan perjanjian gencatan senjata sejak fase pertama berakhir pada awal Maret, setelah beberapa kali pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina.

Perjanjian tersebut melibatkan tiga tahap. Perundingan untuk tahap kedua seharusnya dimulai enam minggu yang lalu. Namun, hal itu tidak terjadi. Sebaliknya, perjanjian itu menjadi tidak pasti ketika AS dan Israel ingin mengubah ketentuan perjanjian, yakni memperpanjang tahap pertama, dengan lebih banyak sandera dibebaskan. Hal itu akan menunda dimulainya fase kedua, yang dimaksudkan untuk membangun gencatan senjata permanen dan mengharuskan pasukan Israel menarik diri dari Gaza. Namun, Hamas menolak perubahan yang diusulkan terhadap perjanjian yang dimediasi AS, Qatar, dan Mesir, dengan menyebutnya tidak dapat diterima.

Pada Selasa malam, Netanyahu mengatakan Israel akan terus berperang untuk mencapai semua tujuan perang mereka, yakni untuk mengembalikan sandera, menyingkirkan Hamas, dan memastikan Hamas tidak menjadi ancaman bagi Israel.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah dikonsultasikan Israel sebelum melancarkan serangan tersebut. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Brian Hughes mengatakan Hamas bisa saja membebaskan sandera untuk memperpanjang gencatan senjata, tetapi malah memilih penolakan dan perang.

Hamas memperingatkan bahwa kembalinya kekerasan oleh Israel akan menjatuhkan hukuman mati kepada sandera yang masih hidup yang ditahan di Gaza. Mereka menuduh Israel mencoba memaksa mereka menyerah.

Mohammed Zaquot, direktur umum rumah sakit di Jalur Gaza, mengatakan kepada BBC Arabic bahwa serangan itu begitu tiba-tiba sehingga jumlah staf medis yang tersedia tidak cukup untuk menangani skala serangan besar ini. Tim tambahan segera dipanggil untuk membantu.

Sekelompok orang yang mewakili keluarga sandera menuduh pemerintah Israel menyerah kepada sandera dengan meluncurkan serangan baru. Mereka telah melakukan protes di luar parlemen Israel.

Berita tentang serangan tersebut menakutkan sebagian keluarga sandera Israel yang masih ditahan Hamas. "Pemerintah Israel tidak sempurna, dan Israel tidak melakukan cukup banyak, karena saudara-saudara saya belum pulang," kata Liran Berman, yang saudara kembarnya masih ditahan di Gaza, kepada BBC.

Israel mengatakan Hamas masih menahan 59 sandera, 24 di antaranya diyakini masih hidup.

Perang ini dimulai ketika Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, membunuh sekitar 1.200 orang dan membawa 251 orang kembali ke Gaza sebagai sandera. Israel merespons dengan serangan militer besar-besaran, yang telah membunuh lebih dari 48.500 orang Palestina. Perang itu menyebabkan kerusakan besar pada rumah dan infrastruktur.(dwi)

Baca juga:

Israel kembali Serang Gaza, Korban Tewas Capai 400 Orang, Mayoritas Anak-Anak dan Perempuan

#Gaza #Israel #Palestina #Benjamin Netanyahu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Indonesia
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
MUI akan melayangkan surat kepada Kapolri dan Presiden terkait penangkapan warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad di Jakarta. MUI mengingatkan pemerintah agar hati-hati menangani kasus sensitif ini sesuai hukum nasional dan internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
Dunia
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Tentara Israel menghancurkan dan membakar rumah-rumah di Lebanon selatan, melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 2024 dan perjanjian kerangka kerja 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Dunia
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
RUU tersebut menandai eskalasi berbahaya dalam serangkaian undang-undang, keputusan, dan kebijakan Israel yang menargetkan kehadiran Palestina dan identitas Arab dan Islam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto, memuji Indonesia sebagai negara paling konsisten membela Palestina.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Bagikan