Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pemilu 2019

Ratusan Petugas KPPS Wafat, TKN Sebut Zalim Kalau Ada yang Bilang Curang

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 27 April 2019
 Ratusan Petugas KPPS Wafat, TKN Sebut Zalim Kalau Ada yang Bilang Curang

Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzili (F-PG)/Foto:Arief)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Wafatnya ratusan petugas KPPS selama Pemilu 2019 menimbulkan keprihatinan dan dukacita dari banyak kalangan. Pesta demokrasi di luar dugaan menelan korban jiwa yang tak sedikit, bahkan masih ribuan yang terbaring sakit akibat kelelahan demi kelancaran Pemilu 2019.

Terkait banyaknya korban yang berjatuhan selama Pemilu 2019, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya 225 petugas KPPS.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily menyatakan selain duka, pihaknya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang demokrasi tersebut.

"Pengorbanan mereka tidak boleh dianggap sia-sia oleh siapapun, pihak manapun dengan mengatakan melakukan deligitimasi Pemilu kali ini," kata Ace kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/4).

Istri salah satu petugas KPPS yang meninggal
Istri almarhum Pamuji, Hartini memberikan keterangan pada media terkait peninggalnya anggota KPPS di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (23/4). (MP/Ismail)

Ace juga menyayangkan pihak-pihak tertentu yang dinilainya tidak menghargai pengorbanan petugas KPPS dengan menuding Pemilu 2019 penuh dengan kecurangan.

"Saya kira sangat zalim rasanya kalau pengorbanan yang dilakukan KPPS, hingga nyawa pun diberikan untuk demokrasi Indonesia. Saya kira itu adalah pernyataan yamg sama sekali tak menghargai pengorbanan jasa mereka yang telah bahkan nyawapun dikorbankan," tegas Ace.

Politisi Golkar ini menyatakan TKN Jokowi-Ma'ruf akan memberikan santunan berasal dari iuran anggota TKN kepada keluarga dan ahli waris petugas KPPS yang meninggal.

"Ini berasal dari iuran anggota untuk para pejuang demokrasi," jelas Ace.

Ace menilai dari aspek penyelenggaranya petugas KPPS perlu ada pembatasan jam kerja.

"Misalnya para penyelengara yang bekerja mungkin seharusnya harus dibatasi kerjanya menjadi 8 jam, sehingga tidak menjadi lelah sampai mengorbankan nyawanya," ungkap Wasekjen Golkar ini.

Ace pun mendorong para keder di DPR untuk mengusahakan agar para pejuang demokrasi itu mendapatkan jaminan asuransi, baik kesehatan maupun jiwa.

"Dan ini menjadi rekomendasi yang penting, disamping substansi dr pemilu serentak antara pilpres dan pileg untuk dikaji lebih baik apabila dipisah. Tapi ini tentu perlu ada kajian yang mendalam agar proses pemilu kita betul bisa terselenggara dengan baik," tandas Ace Hasan Syadzily.(Knu)

#Pemilu 2019 #Pilpres 2019 #Komisi Pemilihan Umum #Partai Golkar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Pembunuhan Nus Kei Naik ke Penyidikan, 2 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Status kasus pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Utara, Nus Kei, naik ke penyidikan. Kedua pelaku terancam hukuman mati.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
Kasus Pembunuhan Nus Kei Naik ke Penyidikan, 2 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Indonesia
Partai Golkar Usul Parliamentary Threshold Naik Jadi 5 Persen, DPR Bahas Skema Baru
Partai Golkar mendorong ambang batas parlemen naik jadi 5 persen. Angka itu dinilai masih memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi partai politik.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
Partai Golkar Usul Parliamentary Threshold Naik Jadi 5 Persen, DPR Bahas Skema Baru
Indonesia
Ketua DPD Golkar Nus Kei Tewas Ditusuk Saat Pijakan Tanah Kelahiran, Dua Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Keluarga korban segera membawa Nus Kei ke RS Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan pertolongan medis
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 April 2026
Ketua DPD Golkar Nus Kei Tewas Ditusuk Saat Pijakan Tanah Kelahiran, Dua Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Indonesia
Golkar Minta RUU Pemilu Segera Dibahas, Tahapan Awal Sudah Dekat
Golkar meminta pemerintah dan DPR untuk membahas RUU Pemilu. Hal itu dikarenakan Pemilu 2029 segera mendekati tahapan awal.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Golkar Minta RUU Pemilu Segera Dibahas, Tahapan Awal Sudah Dekat
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Golkar: Tunggu Keputusan Prabowo
Partai Golkar angkat bicara soal isu reshuflle kabinet. Menurut Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan, bahwa hal itu merupakan wewenang Presiden.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Golkar: Tunggu Keputusan Prabowo
Indonesia
Tingkatkan Kursi Golkar di DPR RI, Bahlil Lahadalia Pilih Jalur Caleg Papua Pemilu 2029
Orientasi Partai Golkar ke depan akan menitikberatkan pada hasil kerja nyata dan loyalitas para anggotanya
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Tingkatkan Kursi Golkar di DPR RI, Bahlil Lahadalia Pilih Jalur Caleg Papua Pemilu 2029
Indonesia
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menanggapi usulan Partai Golkar soal pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Frengky Aruan - Senin, 22 Desember 2025
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Indonesia
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
KPU juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memvalidasi pemilih di mancanegara menggunakan Nomor Induk Kependudukan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Indonesia
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terjaring OTT KPK pada Rabu (10/12). Golkar pun menghormati proses hukum yang berlaku.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Indonesia
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan dan mendukung beliau beserta tokoh-tokoh lainnya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kemudian tahun ini baru terwujud.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Bagikan