Rasa Bersalah Bisa Bantu Kembangkan Diri

Andrew FrancoisAndrew Francois - Jumat, 09 Desember 2022
Rasa Bersalah Bisa Bantu Kembangkan Diri

Rasa bersalah tak selamanya buruk. (Unsplash/Jacqueline Day)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH melakukan kesalahan, merasa bersalah adalah hal yang baik, artinya kamu memiliki empati. Terkadang, rasa bersalah muncul dengan kita paksakan, dan itu tidak akan menciptakan perasaan yang baik di dalam diri. Itu sama dengan kamu memaksakan diri untuk rileks, sehingga malah jadi tidak produktif.

Namun, rasa bersalah yang muncul dengan cara yang tepat adalah motivator yang kuat untuk berbuat lebih baik ke depan. Seperti ketika kamu gagal meluangkan waktu dengan orang yang dicintai dan berusaha untuk memperbaiki waktu-waktu yang telah hilang itu.

Rasa bersalah bisa kamu salurkan menjadi alat untuk mengembangkan dirimu menjadi lebih baik. Misal, dengan emosi yang mendalam saat merasa bersalah, kamu bisa menyampaikan permintaan maaf dengan sangat tulus. Kemudian dibarengi dengan perubahan cara hidup yang lebih baik ke depan.

Baca juga:

Awali Tahun 2022 dengan Lepaskan Rasa Bersalah Sebagai Orangtua

Jangan berlarut dalam perasaan bersalah. (Unsplash/Nik Shuliahin)

Jika kamu kerap merasa bersalah karena selalu membatalkan janji pertemuan dengan orang lain. Maka coba untuk berpegang pada komitmen kamu ke depan. Hentikan diri dari berkomitmen berlebihan sejak awal. Jangan pernah membuat janji yang tidak bisa kamu penuhi.

Menggunakan rasa bersalah sebagai motivator bahkan berlaku dengan masalah yang lebih abstrak dan rumit. Misalnya rasa bersalah seputar hak istimewa warna kulit. Sangat penting untuk mengenali hak istimewa yang kamu punya dengan warna kulitmu.

Baca juga:

Rasa Bersalah yang Muncul Pasca Kanker

Salurkan rasa bersalah untuk berubah menjadi lebih baik. (Unsplash/Verne Ho)

Kemudian, kamu bisa mempelajari apa yang bisa kamu lakukan dengan hak istimewa tersebut. Membagikan sumber daya yang kita punya dengan menggunakan hak istimewa yang kita miliki untuk memberdayakan mereka yang kekurangan.

Sisi baik dari rasa bersalah adalah bahwa hal itu menyinari bagian-bagian dari diri kita yang bertentangan dengan nilai-nilai baik dalam hidup kita. Terkadang, kamu perlu menetapkan batasan-batasan dalam hidup, agar tak terlalu banyak membuat kesalahan demi mengubah diri menjadi lebih baik ke depan.

Rasa bersalah memang bisa menghabiskan banyak waktu dan energi di dalam hidup kita. Namun bila kamu bisa mengenali dari mana asalnya dan melakukan perubah. Maka perasaan-perasaan itu bisa kamu jadikan sebagai cara pengubah hidup yang lebih baik ke depan. (waf)

Baca juga:

Buruknya Silent Treatment dalam Hubungan Percintaan

#Lipsus Desember Kesehatan Mental #Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Berita Foto
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus memberikan pemaparan dalam peluncuran Express Discharge di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 12 November 2025
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Bagikan