Rasa Bersalah Bisa Bantu Kembangkan Diri
Rasa bersalah tak selamanya buruk. (Unsplash/Jacqueline Day)
SETELAH melakukan kesalahan, merasa bersalah adalah hal yang baik, artinya kamu memiliki empati. Terkadang, rasa bersalah muncul dengan kita paksakan, dan itu tidak akan menciptakan perasaan yang baik di dalam diri. Itu sama dengan kamu memaksakan diri untuk rileks, sehingga malah jadi tidak produktif.
Namun, rasa bersalah yang muncul dengan cara yang tepat adalah motivator yang kuat untuk berbuat lebih baik ke depan. Seperti ketika kamu gagal meluangkan waktu dengan orang yang dicintai dan berusaha untuk memperbaiki waktu-waktu yang telah hilang itu.
Rasa bersalah bisa kamu salurkan menjadi alat untuk mengembangkan dirimu menjadi lebih baik. Misal, dengan emosi yang mendalam saat merasa bersalah, kamu bisa menyampaikan permintaan maaf dengan sangat tulus. Kemudian dibarengi dengan perubahan cara hidup yang lebih baik ke depan.
Baca juga:
Awali Tahun 2022 dengan Lepaskan Rasa Bersalah Sebagai Orangtua
Jika kamu kerap merasa bersalah karena selalu membatalkan janji pertemuan dengan orang lain. Maka coba untuk berpegang pada komitmen kamu ke depan. Hentikan diri dari berkomitmen berlebihan sejak awal. Jangan pernah membuat janji yang tidak bisa kamu penuhi.
Menggunakan rasa bersalah sebagai motivator bahkan berlaku dengan masalah yang lebih abstrak dan rumit. Misalnya rasa bersalah seputar hak istimewa warna kulit. Sangat penting untuk mengenali hak istimewa yang kamu punya dengan warna kulitmu.
Baca juga:
Rasa Bersalah yang Muncul Pasca Kanker
Kemudian, kamu bisa mempelajari apa yang bisa kamu lakukan dengan hak istimewa tersebut. Membagikan sumber daya yang kita punya dengan menggunakan hak istimewa yang kita miliki untuk memberdayakan mereka yang kekurangan.
Sisi baik dari rasa bersalah adalah bahwa hal itu menyinari bagian-bagian dari diri kita yang bertentangan dengan nilai-nilai baik dalam hidup kita. Terkadang, kamu perlu menetapkan batasan-batasan dalam hidup, agar tak terlalu banyak membuat kesalahan demi mengubah diri menjadi lebih baik ke depan.
Rasa bersalah memang bisa menghabiskan banyak waktu dan energi di dalam hidup kita. Namun bila kamu bisa mengenali dari mana asalnya dan melakukan perubah. Maka perasaan-perasaan itu bisa kamu jadikan sebagai cara pengubah hidup yang lebih baik ke depan. (waf)
Baca juga:
Buruknya Silent Treatment dalam Hubungan Percintaan
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan