Ramai Keluhan Harga Tiket Pewasat Buat Mudik Mahal, Ini Alasan Kemenhub

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Ramai Keluhan Harga Tiket Pewasat Buat Mudik Mahal, Ini Alasan Kemenhub

Ilustrasi pesawat di bandara. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ramai perbincangan jika harga tiket pesawat saat arus mudik dan balik pada tahun ini nilai mahal. Bahkan, tangkapan layar ada yang menunjukan dari Kalimantan ke Jakarta, harga mencapai 200 juta.

Kementerian Perhubungan menduga keluhan masyarakat menyoal mahalnya tiket pesawat pada periode arus mudik disebabkan oleh pemesanan tiket penerbangan tidak langsung atau transit.

“Kalau kami lihat pemberitaan di media sosial itu, mahalnya sebenarnya karena harga tiket tadi tidak direct (langsung) rutenya. Misal, harusnya Cengkareng-Padang, tapi melalui Yogyakarta,” kata Direktur Angkatan Udara Ditjen Hubud Kemenhub Agustinus Budi H dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (17/3).

Dengan skema itu, kata Agustinus, harga tiket pesawat cenderung menjadi lebih mahal lantaran di luar skema perhitungan Tarif Batas Atas (TBA) yang didesain untuk penerbangan langsung.

Baca juga:

Mudik Lebaran Diprediksi Padat, Kemenhub Minta Tambahan Fasilitas Kesehatan

TBA yang berlaku saat ini merupakan ketentuan yang sudah ditetapkan sejak 2019, yakni pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Pada saat itu, nilai tukar rupiah sekitar Rp 14.000 per dolar AS dengan biaya avtur sekitar Rp 10.000. Sementara saat ini, dengan nilai tukar rupiah mendekati Rp 17.000 per dolar AS, biaya avtur mencapai Rp 16.000.

“Secara hitung-hitungan, itu juga harusnya mengalami perubahan, karena memang negara kita memberlakukannya TBA dan TBB (Tarif Batas Bawah). Makanya saat ini, rekan-rekan airline pada saat peak season pasti akan memberlakukan tarif itu sesuai dengan TBA,” jelasnya.

Kemenhub mengklaim rutin melakukan pengawasan terhadap harga tiket pesawat. Pengawasan tersebut dilakukan dengan perhitungan berdasarkan TBA ditambah pajak pertambahan nilai (PPN), passenger service charge (PSC), iuran wajib, serta fuel surcharge.

Dari hasil pemantauan Kemenhub, utamanya yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, harga tiket yang dijual sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kemenhub mengakui, perlu memberi perhatian terhadap keterjangkauan tiket pesawat bagi masyarakat. Namun, pihaknya juga perlu memperhatikan keberlangsungan usaha maskapai.

"Kemenhub juga terus berdiskusi dengan operator penerbangan terkait biaya operasional maskapai. Pembahasan itu antara lain mencakup deviasi antara perhitungan TBA tahun 2019 dengan kondisi operasional maskapai saat ini," ungkapnya. (*)

#Pesawat #Tiket Pesawat #Harga Tiket
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kurs Rupiah Jadi Komponen Penetapan Harga Batas Atas Tiket Pesawat
Penetapan kurs acuan dalam TBA nantinya akan mempertimbangkan kondisi terkini serta merujuk pada asumsi yang digunakan pemerintah dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Kurs Rupiah Jadi Komponen Penetapan Harga Batas Atas Tiket Pesawat
Indonesia
Lion Group Janji Ikutin Aturan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Yang Dikeluarkan Pemerintah
Pembahasan teknis mengenai kebijakan tarif akan terus dikomunikasikan secara intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna menghasilkan keputusan yang mendukung industri
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Lion Group Janji Ikutin Aturan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Yang Dikeluarkan Pemerintah
Indonesia
Pertamina Turunkan Harga Avtur Per 1 Juni 2026, Harga Tiket Pesawat Mulai Turun?
Perhitungannya mengacu pada rata-rata (average) harga publikasi internasional dalam satu periode dengan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai benchmark kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Pertamina Turunkan Harga Avtur Per 1 Juni 2026, Harga Tiket Pesawat Mulai Turun?
Indonesia
Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Menhub juga membuka peluang hadirnya fasilitas MRO yang melibatkan Lockheed Martin maupun pihak lain di kawasan Kertajati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Indonesia
AHY Sebut Tidak Mudah Putuskan Kenaikan Batas Atas Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Panjang Sekolah
Konflik dan ketegangan dunia berdampak langsung terhadap kenaikan harga energi global yang kemudian mempengaruhi biaya operasional sektor transportasi udara dan layanan penerbangan nasiona
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
AHY Sebut Tidak Mudah Putuskan Kenaikan Batas Atas Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Panjang Sekolah
Indonesia
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Menko AHY Pesan Jangan Sampai Lewati Batas Wajar
AHY menegaskan lonjakan harga tiket pesawat akibat kenaikan harga minyak dunia harus tetap dalam batas kewajaran. P
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Menko AHY Pesan Jangan Sampai Lewati Batas Wajar
Indonesia
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub Segera Berlakukan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Harga tiket pesawat berpotensi naik akibat melonjaknya avtur. Maskapai penerbangan pun diperbolehkan mengenakan biaya tambahan hingga 50 persen.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub Segera Berlakukan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Olahraga
FIFA Bantah Tiket Final Piala Dunia 2026 Dijual Rp 34 Miliar, Gianni Infantino Beri Penjelasan
Tiket Piala Dunia 2026 dijual Rp 34 miliar. Presiden FIFA, Gianni Infantino, buka suara terkait tiket tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
FIFA Bantah Tiket Final Piala Dunia 2026 Dijual Rp 34 Miliar, Gianni Infantino Beri Penjelasan
Olahraga
Tiket Final Liga Champions 2025/26 Bikin Kantong Jebol, Fans Arsenal Harus Rogoh hingga Rp 47 Juta
Tiket final Liga Champions 2025/26 kini membuat fans Arsenal berpikir ulang. Sebab, mereka harus merogoh kocek hingga Rp 47 juta.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Tiket Final Liga Champions 2025/26 Bikin Kantong Jebol, Fans Arsenal Harus Rogoh hingga Rp 47 Juta
Indonesia
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia menurut IATA diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahu2030.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Bagikan