Qantas Belum Menyerah Lanjutkan Program Penerbangan Terpanjang Dunia

Leonard Leonard - Senin, 08 Juni 2020
Qantas Belum Menyerah Lanjutkan Program Penerbangan Terpanjang Dunia

Durasi penerbangan mencapai 19 jam (Foto: Unsplash/John Kappa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

QANTAS masih mengurungkan program penerbangan terbaru karena COVID-19. Sebelum pandemi melanda dunia, maskapai penerbangan Australia ini merencanakan program penerbangan terpanjang di dunia.

CEO Qantas, Alan Joyce mengatakan program ini harus terhenti karena pandemi COVID-19. Namun Qantas belum menyerah. Setelah wabah berakhir Qantas akan segera menjalankan program ini. "Ketika kita merasa nyaman dalam melakukannya, dan memiliki kekuatan finansial, kita akan melakukannya," ujarnya melansir Reuters.

Baca juga:

Mungkinkah Tes Cepat 20 Menit Menggantikan Masa Karantina 14 Hari?

1
Qantas merasa nyaman untuk tetap melakukannya (Foto: flightglobal)

Program bernama Project Sunrise itu salah satunya ialah penerbangan dari London menuju Sydney. Program ini yang menguji kemampuan dalam penerbangan ultra-long-haul. Penerbangan uji coba yang berlangsung pada bulan November tahun lalu telah mencatat waktu penerbangan lebih dari 19 jam.

Qantas juga melakukan uji coba penerbangan selama 19 jam dan 16 menit dari New York menuju Sydney, Australia.

Sebelum virus Corona merebak, maskapai Qantas berencana untuk memesan hingga 12 unit pesawat tipe Airbus A350-1000 yang ditujukan untuk penerbangan kedua rute jarak jauh pada tahun 2023.

Baca juga:

Penerbangan Internasional Mungkin Tidak akan Normal Hingga Tahun 2023

2
Merupakan bagian dari program "Project Sunrise." (Foto: time)

Maskapai ini dinamai sebagai maskapai paling aman di dunia tahun 2020. Qantas dipaksa untuk memarkir ratusan pesawatnya dan semua penerbangan komersial internasional karena virus. Namun maskapai ini perlahan membuka beberapa layanannya kembali.

Qantas dan maskapai lainnya, Jetstar, akan mulai meningkatkan penerbangan domestik dan regional pada bulan Juni dan Juli. Rute penerbangan termasuk penerbangan antar negara untuk Australia Barat, Queensland, New South Wales, dan Australia Selatan.

Jika pembatasan perbatasan negara mereda, Qantas mengatakan bisa menggenjot sampai 40 persen dari kapasitas domestik pra-COVID-19 pada akhir bulan Juli.

Australia telah mencatat lebih dari 7.200 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi Johns Hopkins University. Bulan lalu, negara kangguru itu berbicara untuk membuka "travel bubble" dengan negara tetangganya, Selandia Baru. (lgi)

Baca juga:

Desain Baru Kursi Pesawat untuk Jaga Jarak

#Maskapai Penerbangan #COVID-19 #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan ke Jakarta dan Bandung, 7 Maskapai Beroperasi
Bandara Ngurah Rai kini kembali dibuka, setelah ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah maskapai sudah melayani penerbangan.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan ke Jakarta dan Bandung, 7 Maskapai Beroperasi
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sektor penerbangan Indonesia. Sebanyak 268 ribu penumpang gagal terbang akibat penutupan tujuh bandara.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Bandara Hasanuddin Kembali Normal Usai Insiden Garuda Pecah Ban, Runway Sudah Dibuka!
Landasan pacu sempat ditutup sementara akibat kejadian Garuda Indonesia mengalami pecah ban di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Bandara Hasanuddin Kembali Normal Usai Insiden Garuda Pecah Ban, Runway Sudah Dibuka!
Indonesia
Setelah 25 Tahun, Indonesia Kembali Incar Posisi Kursi Dewan Penerbangan Sipil Internasional ICAO
Indonesia memastikan pencalonkan diri sebagai anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dalam Sidang Luar Biasa ke-43 Majelis ICAO di Montreal, Kanada, 19–20 November 2026 mendatang.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Setelah 25 Tahun, Indonesia Kembali Incar Posisi Kursi Dewan Penerbangan Sipil Internasional ICAO
Dunia
Amukan Lava Erupsi Gunung Etna Masih Terjadi, Bandara Catania Sisilia Terpaksa Ditutup
Bandara Catania di Sisilia ditutup akibat erupsi Gunung Etna. Abu vulkanik dari empat kawah mencapai ketinggian 1,5 km, memaksa pembatasan penerbangan masuk dan keluar.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Amukan Lava Erupsi Gunung Etna Masih Terjadi, Bandara Catania Sisilia Terpaksa Ditutup
Indonesia
Maskapai Super Air Jet Ajukan Rute 8 Kota Baru dari Bandung Pakai Airbus A320, Ini Daftarnya!
Super Air Jet mengajukan delapan rute baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Denpasar, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Batam, Pekanbaru, Padang, dan Kualanamu. Maskapai akan menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Maskapai Super Air Jet Ajukan Rute 8 Kota Baru dari Bandung Pakai Airbus A320, Ini Daftarnya!
Indonesia
Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi, Ini Aturannya dan Jangan Sampai Kelebihan
Melalui skema tersebut, Garuda Indonesia memberikan kepastian jumlah dan berat maksimum setiap koli bagasi tercatat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi, Ini Aturannya dan Jangan Sampai Kelebihan
Dunia
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Pesawat kargo Boeing 737-400 K2 Airways hilang kontak 12 jam di Laut Arab, ditemukan 53 mil laut selatan Ormara Pakistan, 5 awak masih dicari, investigasi penyebab musibah berlangsung.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Indonesia
Mulai 1 Juli, Rombongan Umrah Melalui Bandara Soetta Harus Lewat Terminal 2F
Bandara Soetta mulai 1 Juli 2026 memusatkan keberangkatan jamaah umrah melalui Terminal 2F dengan fasilitas khusus, termasuk ruang tunggu 3.000 orang dan masjid 1.000 jamaah.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Mulai 1 Juli, Rombongan Umrah Melalui Bandara Soetta Harus Lewat Terminal 2F
Bagikan