Mungkinkah Tes Cepat 20 Menit Menggantikan Masa Karantina 14 Hari?
Beberapa negara sudah mulai melonggarkan perbatasannya dan mengundang pelancong. (Foto: Unsplash/Phil Mosley)
DENGAN negara-negara di seluruh dunia mulai membuka perbatasan mereka. Pembicaraan mengarah pada bagaimana kebebasan bergerak dapat diimplementasikan sekali lagi tanpa menghasilkan lonjakan kasus COVID-19.
Sementara negara-negara telah mengumumkan aturan yang berbeda tentang karantina wajib bagi pelancong yang datang. Tes baru sedang dieksplorasi yang hanya membutuhkan waktu 20 menit dan dapat menghindari peraturan yang mewajibkan seseorang untuk diisolasi selama 14 hari.
Baca juga:
Pemerintah Inggris mengumumkan awal uji coba untuk tes cepat terbaru yang dapat dilakukan di lokasi dalam waktu 20 menit. Menurut The Guardian, tes dilakukan dengan swab, dan hasilnya tidak perlu dikirim ke laboratorium untuk menghemat banyak waktu. Untuk memulainya, tes akan diuji coba di rumah sakit dan departemen A&E.
Jika terbukti efektif, tidak menutup kemungkinan orang yang memulai perjalanan bisa mendapatkan hasil tes yang jelas sebelum tiba di destinasi tujuan. Ini dapat menghilangkan kebutuhan karantina.
Saat ini berbagai negara telah menguraikan aturan yang berbeda tentang apa yang harus dilakukan oleh para pelancong pada saat kedatangan dan perbatasan negara mana yang dibuka. Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengatakan Inggris juga telah mengamankan hingga sepuluh juta tes antibodi, tes yang berbeda untuk mendeteksi jika seseorang sebelumnya memiliki virus.
Baca juga:
Penerbangan Internasional Mungkin Tidak akan Normal Hingga Tahun 2023
Negara-negara lain telah mengumumkan tes saat kedatangan dengan tujuan menghindari karantina 14 hari. Islandia baru-baru ini meluncurkan rencana untuk menyambut pelancong internasional selambat-lambatnya 15 Juni. Menggunakan sistem yang memberlakukan bagi mereka yang tiba untuk diuji di bandara dalam upaya untuk menghindari isolasi mandiri dua minggu.
Orang-orang yang bepergian melalui Bandara Internasional Wina saat ini dapat mengikuti tes dengan biaya sekitar Rp3 juta, dan dapat melewati karantina 14 hari jika hasilnya negatif.
Emirates menjadi maskapai pertama yang mengeksplorasi penggunaan tes cepat untuk pelancong sebelum masuk pesawat. Sementara Spanyol akan mengujicoba paspor kesehatan digital melalui aplikasi khusus untuk pelancong dengan destinasi Kepulauan Canary. Madeira mengatakan akan membuat tes gratis yang disediakan untuk pelancong ketika dibuka kembali pada bulan Juli.
Negara-negara juga membahas "air bridges", yaitu perjanjian antara dua negara yang akan memungkinkan perjalanan antara kedua tempat tanpa karantina. (lgi)
Baca juga:
Layani Penumpang, Awak Kabin Qatar Airways Kenakan APD Lengkap
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku