Putin Beri Sinyal Positif, Rusia-AS Mulai Bahas Pemulihan Hubungan Diplomatik
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/pri)
MerahPutih.com - Presiden Vladimir Putin menyatakan harapannya terhadap peluang pemulihan hubungan Rusia dan Amerika Serikat. Hal ini muncul seiring pertemuan para diplomat dari kedua negara di Istanbul, membahas normalisasi operasional kedutaan masing-masing.
Berbicara di hadapan Dinas Keamanan Federal, Putin memuji pemerintahan baru Presiden AS Donald Trump, menyebutnya sebagai “pragmatis dan realistis.” Ia juga menyinggung adanya timbal balik untuk memperbaiki hubungan serta menyelesaikan persoalan keamanan global yang selama ini mengganjal.
Dilansir Aljazeera, Jumat (28/2), pertemuan di Istanbul yang berlangsung selama lebih dari enam jam pada Kamis (waktu setempat) menandai upaya serius untuk mencairkan hubungan yang, menurut Kremlin, sempat merosot ke titik di bawah nol tahun lalu akibat perang Rusia-Ukraina.
Digelar di kediaman Konsul Jenderal AS, perundingan ini fokus pada isu-isu kedutaan, khususnya kebijakan saling mengusir diplomat serta pembatasan penunjukan staf baru di masing-masing misi diplomatik.
Baca juga:
Trump Berencana Bertemu Putin, Salahkan Ukraina Atas Invasi ke Rusia
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menegaskan bahwa Ukraina tidak masuk dalam agenda pembahasan. Fokus utama adalah hal teknis seperti jumlah staf, visa, dan akses perbankan diplomatik. “Kita akan segera tahu apakah Rusia benar-benar mau bernegosiasi dengan itikad baik,” ujarnya.
Baik Rusia maupun AS tidak mengungkap nama peserta pertemuan. Namun, kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa delegasi Moskow diwakili oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China