Punya Lahan Garam Terbesar Kedua di Indonesia, NTT Butuh Investor

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 15 Agustus 2017
Punya Lahan Garam Terbesar Kedua di Indonesia, NTT  Butuh Investor

Petani Garam (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Tambak garam di provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai terbesar kedua di Indonesia. Lebih dari 15 dari 23 kabupaten di NTT memiliki tambak garam beryodium.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Timur Obaldus Toda, potensi garam tersebar di daerah-daerah yang berada di pesisir pantai seperti Sabu Raijua, Kupang, Ende, Timor Tengah Utara, Alor, Sumba Timur, Manggarai, Nagekeo, Rote Ndao, Sikka, Lembata, Belu dan Malaka.

Pengembangan tambak garam itu menurut Obaldus Toda butuh investasi besar.

.”Dari total kabupaten berpotensi garam hingga saat ini baru dua investor yang menngembangkan potensi garam yakni PT Garam yang beroperasi di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang dengan nilai investasi awal Rp4,5 miliar dari target Rp10 miliar, kata Obaldus Toda di Kupang, Selasa (15/8).

Padahal sampai semester I 2017, luas tambak garam baru mencapai 343,6 hektare tersebar di tujuh kabupaten dengan produksi per tahun mencapai 7,883,52 ton. Tujuh kabupaten tersebut meliputi Kabupaten Kupang, Ende, Timor Tengah Utara, Alor, Sumba Timur, Manggarai, dan Nagekeo.

Saat ini juga katanya berbagai cara ditempuh untuk mendorong warga setempat dari kabupaten yang memiliki potensi garam untuk mengembangkan industri garam rakyat dengan teknologi geomembran.

"Kami melatih kelompok masyarakat untuk mengolah garam mentah menjadi garam beryodium, minimal untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Lokasi pengembangan garam rakyat terdapat di sembilan kabupaten masing-masing seluas 0,5 hektare.

"Kami melatih kelompok masyarakat untuk mengolah garam mentah menjadi garam beryodium, minimal untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Pengembangan garam dengan teknologi geomembran antara lain di Kupang, Rote Ndao, Alor, Sikka, dan Lembata. Sedangkan di Kabupaten Sabu Raijua pengembangan garam dengan tekonologi geomembaran sudah mencapai 200 ha.

Pada sisi lain katanya NTT memberikan kesempatan kepada investor dari manapun yang berminat untuk menanamkan modalnya untuk pengembangan potensi garam di daerah ini.

"Kami persilahkan pengusaha dan investor dalam dan luar negeri untuk mengelola dan mengembangkan potensi garam yang ada di NTT yang mencapai ratusan ribu hektare," katanya.(*)

Sumber: ANTARA

#Petani Garam #Garam #Begal Garam #Impor Garam #Nusa Tenggara Timur (NTT)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Target Setop Impor 2029, Pemerintah Bangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di NTT
Pemerintah menargetkan pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
Target Setop Impor 2029, Pemerintah Bangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di NTT
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Paus Leo XIV mengaku sangat sedih melihat korban jiwa, kehancuran, dan penderitaan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Indonesia
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Pertamina menunda pengoperasian Terminal BBM Reo di Manggarai, NTT pascagempa magnitudo 7,7. Dermaga masih menunggu tes struktur.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Indonesia
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Hal ini seperti disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Frengky Aruan - Kamis, 20 Agustus 2026
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Indonesia
Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi
BMKG mencatat 1.979 gempa susulan pasca gempa 7,7 SR di NTT hingga 17 Agustus 2026. Aktivitas masih fluktuatif, diperkirakan stabil dalam 2–3 pekan
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi
Bagikan