MerahPutih.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperediksi 109.327 kendaraan diprediksi bakal meninggalkan Jabotabek pada H-2 Lebaran 2021 atau Selasa (11/5).
Waktu tersebut merupakan prediksi puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan hal itu dalam konferensi pers Kesiapan Layanan Operasi Idul Fitri 1442 Hijriah/Tahun 2021, Selasa (4/5).
Baca Juga:
"Kami memprediksi pada puncaknya itu tanggal 11 Mei 2021 atau H-2 Lebaran (2021)," jelas Atika kepada wartawan, Senin (10/5).
Sementara selama arus mudik atau periode 6-12 Mei 2021, diprediksi jumlah kendaraan yang melintasi Jabotabek adalah 593.185 kendaraan.
Angka ini merupakan kumulatif arus lalin dari beberapa gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), serta GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).
Prediksi jumlah kendaraan tersebut turun sebanyak 35 persen dibandingkan arus lalu lintas (lalin) normal.
Selain dalam kondisi normal, jumlah ini juga mengalami penurunan sebanyak 49,53 persen dibandingkan periode mudik Lebaran 2019.
Meski mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal maupun Lebaran 2019, volume lalin ini naik sebesar 27,19 persen bila dibandingkan Lebaran tahun lalu.
Jasa Marga telah melakukan beberapa strategi pada masa peniadaan mudik mulai 6-17 Mei 2021, di antaranya memasang CCTV di lokasi titik penyekatan. Pemasangan CCTV ini akan dilakukan termasuk di akses keluar dan masuk (putaran kendaraan).
Kemudian, melakukan pemantauan arus lalin di jalan tol melalui udara (highway sky patrol), khususnya di Pulau Jawa bersama Indonesia Flying Club (IFC).
Patroli melalui udara ini dilakukan pada arus mudik 5-6 Mei 2021 dan arus balik pada 16-17 Mei 2021 untuk dilaporkan ke Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC).
Baca Juga:
WNA Masuk Indonesia Saat Mudik Dilarang, Anggota DPR: Masyarakat Butuh Keadilan
Lalu, melakukan sosialisasi peniadaan mudik dan pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) kepada pengguna jalan melalui variable message sign (VMS).
Selanjutnya, menyediakan petugas operasional dan tim satuan petugas (satgas) dengan prioritas yang sudah menerima vaksin COVID-19. Selain itu, dilakukan penanganan kecelakaan dengan rescue udara oleh Basarnas.
Jasa Marga juga melakukan perbaikan on/off ramp tempat istirahat dan pelayanan (TIP) KM 19A, KM 57A, dan KM 71B di Tol Japek. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Jalur Darat Diperketat, Warga Mudik Lewat Sungai