Puluhan Museum di Yogyakarta Butuh Suntikan Dana

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 01 September 2021
Puluhan Museum di Yogyakarta Butuh Suntikan Dana

Abdi dalem sedang memandikan kereta di Museum Kereta Keraton Jogja. (Foto: MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Puluhan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak pandemi dan membutuhkan suntikan dana.

Badan Musyawarah Museum (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Pemda DIY membentuk tim khusus untuk menjaga keberlangsungan operasional museum

Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo menuturkan, 22 dari 38 museum di DIY butuh subsidi bantuan untuk membiayai operasional.

Baca Juga:

Dibuka, Museum Es Krim di Singapura

"Satu di antaranya dalam kondisi kritis, bahkan berencana tutup permanen," tegas Bambang di Yogyakarta, Rabu (01/9).

Ia melanjutkan, ke-22 museum itu dikelola oleh perorangan atau swasta. Sedangkan 16 museum lainnya adalah milik pemerintah pusat, pemda, serta universitas.

Saat ini sebagian besar dari 22 Museum tersebut kehabisan modal karena tak ada pemasukan, lantaran Pemda DIY masih menutup kegiatan pariwisata.

Padahal untuk tetap bertahan, lanjut Bambang, pengelola museum membutuhkan biaya operasional seperti perawatan koleksi, menggaji juru pelihara museum, hingga petugas keamanan.

"Ada juga yang sudah memberhentikan 35 karyawannya dan telah memberikan pesangon karena tak kuat menanggung biaya operasional," kata dia yang enggan membeberkan nama museum yang dimaksud.

Salah satu koleksi pesawat di Museum Dirgantara TNI AU. (Foto: MP/Teresa Ika)
Salah satu koleksi pesawat di Museum Dirgantara TNI AU. (Foto: MP/Teresa Ika)


Oleh sebab itu, ia berharap Pemda DIY mampu memastikan keberlangsungan museum dengan terlebih dahulu membentuk tim khusus yang bertugas memetakan kondisi masing-masing museum.

Tim itu, menurut dia, bisa beranggotakan forum komunikasi museum kabupaten/kota dengan Dinas Kebudayaan DIY sebagai sektor pemimpin.

"Mereka nantinya bisa menanyakan kira-kira masing-masing museum kekurangannya apa. Tentu bantuan tidak mesti sama," kata dia.

Jika tidak mendapat bantuan, ia khawatir museum di DIY akan tutup permanen karena tidak mampu lagi merawat koleksi benda bersejarah dan bernilai tinggi.

"Jangan sampai koleksinya bagus, hebat, bernilai tetapi karena tidak bisa mengelola karena kepentingannya harus tetap hidup akhirnya ya koleksinya dikalahkan. Kalau (koleksi museum) sampai berpindah ke luar negeri yang rugi kan kita sendiri," ujar Bambang.

Baca Juga:

Goethe Institut Berkolaborasi dengan Museum Dunia untuk Hadirkan Pameran Seni

Ia berharap adanya bantuan ini dapat menghidupi kelanjutan operasional seluruh museum.

Sebelumnya, ada 29 museum di DIY yang mencoba beroperasi di tengah pandemi. Namun kemudian, museum yang tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Sleman itu tutup kembali sejak PPKM Darurat pada 3 Juli 2021. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

9GAG x K11 Buka Museum Meme Pertama di Dunia

#Yogyakarta #COVID-19 #Museum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Fun
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Lebih dari 1 dari 3 pengguna TikTok di Indonesia tertarik pada museum.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Bagikan