Pulau Osi, Penuh Panorama Alam Tak Tertandingi

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 04 Januari 2024
Pulau Osi, Penuh Panorama Alam Tak Tertandingi

Pulau Osi yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat. (ANTARA/DedyAzis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BISA dikatakan melelahkan membelah lautan dari Pulau Ambon selama 4,5 jam ke Pulau Osi yang letaknya berada di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku. Namun perjalanan yang melelahkan terbayar bila sudah sampai pantai Pulau Osi.

Bagi masyarakat Kota Ambon, Pulau Osi sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi setiap wisatawan yang datang ke Maluku.

Pulau Osi menawarkan keindahan panorama lautan lengkap dengan rumah-rumah panggung yang unik nan menarik dengan dikelilingi rimbunnya tanaman bakau.

Baca Juga:

Sumba Ditahbiskan Destinasi Favorit di 2024, ini nih Keindahan Wisatanya

osi
Gapura menuju Ekowisata Pulau Osi. (ANTARA/DedyAzis)

Wisatawan yang hendak ke Pulau Osi, menggunakan transportasi kapal. Dari Kota Ambon wisatawan naik kapal dari Pelabuhan Hunimua di Maluku tengah (Malteng). Kemudian menumpang feri menuju Pelabuhan Waipirit. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 sampai 2 jam, sebab ini tergantung kapal feri yang beroperasi.

Setelah tiba di Pelabuhan Waipirit Seram Bagian Barat, masih butuh waktu satu jam untuk sampai ke Pulau Osi. Wisatawan akan melewati beberapa desa seperti Waisarisa, Piru, dan Dusun Pelita Jaya.

Sepanjang perjalanan menuju Dusun Pelita Jaya, daerah terdekat Pulau Osi, wisatawan akan disuguhkan dengan indahnya pemandangan panorama nan unik. Seperti hamparan padang rumput di sisi kanan dan kiri sejauh tiga kilometer yang dimulai dari Kantor DPRD Seram Bagian Barat.

Dusun Pelita Jaya adalah salah satu dusun terdekat dengan ekowisata Pulau Osi selain Resitlemen Pulau Osi. Dusun Pelita jaya terletak tiga kilometer dari spot ekowisata Pulau Osi. Dusun ini dihuni sekira 300 keluarga yang umumnya bekerja sebagai nelayan. Mayoritas warga di dusun ini berasal dari Sulawesi Tenggara. Mereka sudah bermukim turun-temurun sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Dusun ini menjadi tempat persinggahan sementara bagi siapa pun yang ingin melancong ke Pulau Osi. Di dusun ini sudah ada dua penginapan dengan harga terjangkau. Biasanya pelancong backpacker, menjadikan Dusun Pelita Jaya sebagai tempat menginap. Ini menjadi alternatif akomodasi selain menginap di Pulau Osi.

Butuh waktu 10 menit untuk sampai ke spot ekowisata Pulau Osi dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Dusun Pelita Jaya dan spot ekowisata Pulau Osi dihubungkan dengan gapura dan jembatan kayu sepanjang satu kilometer. Jembatan kayu selebar 2,5 meter menuju rumah-rumah panggung di Pulau Osi.

Bagi pengendara roda dua dapat langsung menuju ke rumah-rumah panggung di atas laut. Sementara untuk kendaraan roda empat harus diparkir di tempat yang sudah disediakan. Dari situ warga setempat menyediakan jasa angkutan ojek untuk mengantarkan ke Pulau Osi.

Pulau Osi secara karakteristik ada dalam otoritas pengelolaan daerah konservasi. Sementara kewenangan pemda sejauh ini masih terbatas. Oleh karena itu, sampai saat ini pengelolaannya masih dilakukan swadaya masyarakat setempat.

Untuk masuk ke Pulau Osi harus melewati portal La Samadu yang mengutip uang jasa. Menurut penjaga portal itu uang kutipan itu digunakan untuk rehab jembatan. Uang yang diperoleh diserahkan ke kas Dusun Pulau Osi untuk perbaikan jembatan.

Baca Juga:

Purnama Tilem Prambanan Akomodasi Umat Hindu di Candi Prambanan

osi
Rumah panggung di Pulau Osi. (ANTARA/DedyAzis)

Sepanjang jembatan kayu yang dilewati, rimbunnya tanaman bakau menaungi wisatawan yang melewatinya. Panoramanya sangat cantik. Memberikan kesejukan tersendiri bagi wisatawan yang melewatinya. Rugi rasanya jika tak mengabadikan momen di jembatan itu.

Pulau Osi kemudian memberikan pemandangan laut tenang yang memantulkan warna hijau kebiruan. Tak perlu berenang jika ingin melihat ikan-ikan dan biota laut seperti rumput laut, terumbu karang, hingga bintang laut di perairan Pulau Osi. Dengan mata telanjang sekelompok ikan, yang biasanya menjadi hiasan akuarium, gerakan berenang ikan seolah tarian menyambut wisatawan yang datang.

Pada malam hari, meskipun tak menggunakan lampu, wisatawan akan diterangi dengan pendaran cahaya bulan dengan bintang-bintang bertebaran sejauh mata memandang.

Deretan rumah-rumah panggung yang menjadi penginapan bagi para wisatawan tersusun rapi menghadap ke Pulau Buntal. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku telah melakukan inventarisasi objek wisata unggulan di kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa.

"Kunjungan wisatawan ke SBB mulai meningkat ke sejumlah destinasi wisata yang menjadi sasaran wisatawan, salah satunya Pulau Osi, Air Putri Waiyoho, dan Kairatu Beach," kata Kepala Dinas Pariwisata Seram Bagian Barat Jems Riklof Kapuate

Masyarakat memang mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan. Namun Pulau Osi sebagian besar hidup dari geliat objek ekowisata itu. Mereka memanfaatkan peluang Pulau Osi sebagai ekowisata dengan membuat keramba ikan untuk diolah sebagai kuliner khas di Pulau Osi.

Pulau Osi memiliki kuliner andalan yang tak kalah nikmat di lidah penikmat boga. Ikan bakar di Pulau Osi berbeda rasanya dengan ikan bakar yang dijual di perkotaan. Warga lokal menyebutnya "baru satu kali mati". Pasalnya, ikan bakar di Pulau Osi adalah ikan segar yang diangkat langsung dari keramba kemudian dibakar.

Pun rasanya tak lengkap jika mengunjungi Maluku tanpa menikmati ikan bakar dan colo-colo khasnya. Colo-colo adalah lalapan mentah berkuah berisikan bawang merah, kemangi, tomat, jeruk limau, cabai rawit, sedikit garam, dan minyak goreng. Ada juga menggunakan kecap sebagai pelengkap. (*)

Baca Juga:

Kota Toboali Berbenah Menghadirkan Harmoni Kehidupan Urban

#Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Lifestyle
10 Rekomendasi Tempat Wisata Purwokerto Terbaik 2025, Harga Terjangkau!
Temukan 10 tempat wisata terbaik di Purwokerto 2025 dengan detail lengkap, alamat, harga tiket, dan keunggulannya. Liburan seru dan hemat di Purwokerto!
ImanK - Sabtu, 08 November 2025
10 Rekomendasi Tempat Wisata Purwokerto Terbaik 2025, Harga Terjangkau!
Indonesia
Berwisata Murah Dengan Naik KA Batara Kresna, Nikmati Alam danKuliner Dari Purwosari Sampai Wonogiri
Rangkaian berwarna cerah ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi naik kereta api di tengah kota hingga ke wilayah pedesaan Wonogiri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 Oktober 2025
Berwisata Murah Dengan Naik KA Batara Kresna, Nikmati  Alam danKuliner Dari Purwosari Sampai Wonogiri
Indonesia
DPRD DKI Protes Tarif Buggy Wisata Malam Ragunan Rp 250 Ribu, Minta Dikaji Ulang
Pengelola TMR wajib memantau satwa secara rutin
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
DPRD DKI Protes Tarif Buggy Wisata Malam Ragunan Rp 250 Ribu, Minta Dikaji Ulang
Indonesia
Wisata Malam Ragunan, DPRD Minta Pemprov DKI Sediakan Alternatif Angkutan Murah untuk Warga
Harus dicari alternatif lain kendaraan yang lebih murah dan dapat memuat lebih banyak orang sekali jalan.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Oktober 2025
Wisata Malam Ragunan, DPRD Minta Pemprov DKI Sediakan Alternatif Angkutan Murah untuk Warga
Bagikan