Pulau Ini Jadi Surga Bagi Ribuan Ayam Liar

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 06 Januari 2021
Pulau Ini Jadi Surga Bagi Ribuan Ayam Liar

Di Pulau Kauai, ribuan ayam liar hidup berdampingan dengan penduduk setempat (Foto: imgur)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PULAU Kauai yang terletak di kepulauan Hawaii, merupakan rumah bagi ribuan ayam liar yang telah lama hidup berdampingan dengan penduduk di pulau tersebut. Dari mulai pantai Lumbahai yang masih asri, bandara, pom bensin, hingga tempat parkir perkotaan di pulau tersebut terdapat ayam liar.

Ayam-ayam liar tersebut berkeliaran dengan bebas dan telah berdaptasi berbagai gaya hidup di pulau itu. Mulai dari makan sampah dan makanan kucing, hingga bergantung pada turis untuk makanan, atau memakan cacing.

Baca Juga:

Viral, Thailand Gunakan 'Pestisida Bebek' untuk Bersihkan Sawah dari Hama

Ribuan ayam liar hidup berdampingan dengan tentram bersama penduduk setempat (Foto: instagram/activity_whosales)

Karena variasi gaya hidup tersebut, hubungan ayam dan manusia menjadi begitu kompleks. Di satu sisi semua orang setuju bahwa mereka telah menurunkan populasi lipan Hawaii, namun disisi lain mereka berkokok 24 jam sehari, merobek dedaunan dan rumput, hingga menghancurkan taman.

Lantas bagaimana dan kapan pulau tersebut menjadi surga bagi ayam liar? Semua berawal dari badai Iwa yang terjadi pada tahun 1982 dan badai Iniki yang terjadi pada tahun 1992. Badai tersebut menghancurkan ratusan kandang ayam, hingga penduduk membiarkan hewan-hewan tersebut di lepas ke alam liar untuk berkembang biak.

Data menunjukan, bahwa jumlah ayam liar pasti meningkat setelah badai, namun itu hanya jawaban dari sebagian orang. Yang benar adalah pulau Kuai telah menjadi rumah bagi ayam liar selama lebih dari seribu tahun.

Baca Juga:

Penumpang Maskapai Ini Dapatkan “Healthy Kit”

pulau
Pulau Kuai telah menjadi rumah bagi ayam liar selama lebih dari seribu tahun. (Foto: Pexels/Roberto Nickson)

Ayam-ayam tersebut dibawa ke pulau itu oleh navigator Polinesia, yang telah hidup berdampingan dengan fauna asli sejak saat itu.

Jadi ketika ayam peliharaan yang melarikan diri dari kandangnya berakhir di alam liar, mereka tidak hanya berkembang biak dengan ayam peliharaan lainya, tapi juga berkembang biak dengan ayam liar.

Seperti semua burung di Hawaii, Ayam liar dilindungi sebagai bagian penting dari alam. Karena tidak banyak orang yang bisa membedakan antara ayam liar dan ayam peliharaan, penduduk dan wisatawan setempat biasanya menghindari tindakan melukai ayam.

Hal itu juga merupakan salah satu alasan mengapa ayam-ayam tersebut betah berada di Pulau Kauai, mereka tidak memiliki predator alami dan jarang orang yang menyentuh mereka.

Karena banyak ayam berlarian, mungkin kamu berpikir orang-orang akan berusaha untuk menangkap dan memasaknya secara diam-diam. Namun masalahnya, daging ayam liar Kauai terkenal keras.

Baca Juga:

Unik, Petani Jepang Gunakan Burung Hantu Untuk Pengendali Hama

Ayam liar telah menjadi bagian integral dari pulau Kauai. Memang bukan hal menyenangkan memiliki infrastuktur yang tertutup kotoran ayam sepanjang waktu, tidak sengaja menabrak ayam jantan saat mengemudi dan dibangunkan oleh jam alarm alami sebelum fajar.

Tetapi, memiliki populasi ayam liar yang terus bertambah memiliki keuntungan tersendiri. Turis tergila-gila pada mereka, dan ini telah menginspirasi bisnis seputar ayam.

Toko suvenir penuh dengan barang-barang seperti magnet lemari es, kaos atau cangkir kopi yang menampilkan ayam-ayam sederhana. Kemudian bisnis lain mendapatkan keuntungan secara tidak langsung, karena beberapa orang memilih pulau Hawaii ini terutama untuk ayam.

Jadi, meskipun ada banyak alasan untuk membenci “hewan pengerat bersayap” ini, penduduk Kauai telah belajar untuk hidup berdampingan dengan mereka.

Menariknya, ayam liar juga hidup di pulau-pulau lain di Hawaii, tetapi penduduk lokal tidak begitu menyukai mereka. Kemudian luwak yang memakan telurnya, mencegah mereka berkembang biak dengan kecepatan yang sama seperti di Kauai. (Ryn)

Baca Juga:

Peneliti Temukan Spesimen Burung Langka, Setengah Jantan Setengah Betina

#Travel #Traveling #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan